NEWS

Penggerebekan 3 PMI di Rumah Prostitusi

Penggerebekan 3 PMI di Rumah Prostitusi

Departemen Imigrasi Malaysia (DIM) Kuala Lumpur menangkap 3 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sebuah rumah prostitusi. Saat dilakukan penggerebekan sejumlah wanita mencoba untuk melarikan diri, tetapi usaha mereka sia-sia, karena tempat tersebut telah dikepung oleh petugas.

Penjaga rumah memblokade jalan dengan mengunci pintu dari dalam agar petugas tidak dapat masuk melakukan penggerebekan. Namun, petugas membuka paksa dengan mencongkel pintu besi yang dikunci dari dalam. Setelah berhasil masuk, petugas menemukan rumah tersebut telah diubah dengan membangun kamar-kamar untuk melayani pelanggan, yang dilengkapi juga dengan lorong rahasia.

Saat memyisir ruangan, petugas menemukan 11 orang pria dan wanita. Tujuh wanita ditemukan bersembunyi di dalam kamar rahasia, tiga pelanggan bersembunyi di jalur rahasia dan penjaga lokasi bersembunyi di dalam tangki air.

Polisi mengamankan tujuh orang  yang  merupakan Warga Negara asing (WNA) terdiri dari  3 PMI, 2 orang perempuan India, seorang pria warga Nepal yang menjadi penjaga lokasi dan seorang pria warga Myanmar yang menjadi pelanggan tempat tersebut.

Setelah dilakukan introgasi, tujuh orang dibawa ke kantor polisi karena tidak dapat  menunjukan kartu identitas, visa kerja, dan juga telah melanggar Undang Undang Imigrasi. Mereka kemudian ditahan di Depo Imigrasi Semenyih, Selangor untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Pihak  Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), membenarkan perihal informasi 3 PMI tertangkap di tempat prostitusi. Mereka menghimbau kepada para PMI untuk memastikan dengan benar pekerjaan yang ditawarkan oleh agensi. Jika terjadi suatu hal yang mencurigakan atau  jadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) maka harus melapor ke KBRI.

[Etty]