NEWS

Akhirnya! PMA Pengidap TBC Dapat Tinggal dan Berobat di Taiwan

Akhirnya! PMA Pengidap TBC Dapat Tinggal dan Berobat di Taiwan

Sempat diperjuangkan dengan aksi protes dari organisasi pekerja migran perihal seorang Pekerja Migran Asing (PMA) kaburan di Pingtung yang mengidap penyakit TBC harus dideportasi. Akhirnya Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan (MOHW) mengumumkan revisi tentang regulasi mengenai aturan pengecekan kesehatan bagi pekerja migran pengidap penyakit Tuberculosis atau TBC dapat  tinggal di Taiwan untuk berobat tanpa perlu persetujuan majikan

Asosiasi Buruh Internasional Taiwan (TIWA) menyebutkan bahwa selama 30 tahun terakhir pemerintah Taiwan hanya menetapkan kebijakan mengenai pekerja migran dari segi pandang mengatur dan mencanangkan hukum, regulasi, dan pedoman yang membatasi hak pekerja migran.

Regulasi yang diberlakukan mengharuskan pekerja migran untuk melakukan 4 kali medikal kesehatan selama 3 tahun berada di Taiwan. Ini hanya untuk membuktikan kesehatan dan kebersihan mereka. Sedangkan untuk kesehatan jaminan jangka panjang seperti salah satunya jika PMA mengidap TBC, bila majikan tidak menyetujui mereka tinggal di Taiwan dan berobat maka PMA harus pulang ke negara asal. Hal ini seolah memaksa pekerja migran untuk menyerahkan hak kesehatan mereka kepada majikan.

Untuk melakukan protes terhadap kebijakan tersebut, Aliansi Pekerja Migran Taiwan yang mencakup TIWA di dalamnya mengajak pekerja migran untuk melakukan aksi protes kepada Pusat Pengendalian Wabah (CDC), MOHW. Di bawah pengawasan anggota parlemen partai DPP Hong Sheng Han yang terus memantau Kemenaker dan MOHW untuk meninjau kebijakan yang sangat memberatkan pekerja migran.

TIWA menyebutkan bahwa selama ini sudah tidak dapat diketahui ada berapa banyak pekerja migran pengidap TBC yang dipaksa untuk dideportasi karena majikannya tidak setuju mereka tinggal di Taiwan untuk berobat. Bahkan banyak diantara mereka yang belum selesai masa potongan. Sehingga mereka harus mengembalikan uang pemberangkatan kepada perantara atau agensi.

Dengan diberlakukannya regulasi baru, diharapkan pekerja migran yang mengidap TBC dapat berjuang untuk sembuh dan memiliki kesempatan untuk tetap bekerja di Taiwan demi masa depan keluarga yang lebih baik.

[Etty]