NEWS

Telatnya Kedatangan PMA Akibat Menunggu Kelengkapan Dokumen dari Negara Asal

Telatnya Kedatangan PMA Akibat Menunggu Kelengkapan Dokumen dari Negara Asal

Berdasarkan data dari Departemen Tenaga Kerja (MOL), semenjak dibukanya Taiwan bagi pekerja migran hingga Februari 2022 telah terdaftar sebanyak 20.000 lebih pekerja migran asing (PMA) yang siap memasuki Taiwan. Namun, pengiriman dokumen COVID-19 sangat lambat karena sebagian calon pekerja migran belum memenuhi syarat dokumen penerbangan dengan lengkap.

Banyak majikan di sektor informal yang telah menanti kedatangan pekerja migran untuk membantu mereka merawat orang tua atau anggota keluarga. Namun, saat ini sangat sulit mencari pekerja. Oleh sebab itu, diharapkan dengan rencana masuknya 500 orang pekerja migran setiap harinya, dapat mencukupi kebutuhan majikan pencari tenaga kerja rumah tangga.

Per November 2021 lalu, Taiwan telah membuka kembali perbatasan dan menerima pengiriman pekerja migran asing. Sayangnya, hingga saat ini masih ada ketidakseimbangan antara permintaan dari majikan dan penawaran (jumlah tenaga kerja yang ada atau yang baru datang ke Taiwan).

Menjawab pertanyaan para majikan, tentang ketelambatan tersebut, biro konsuler menjawab: Keterlambatan disebabkan dokumen bukti hasil tes PCR COVID-19 yang dilegalisir oleh   pemerintah negara pengiriman PMA juga lambat di terima. Sehingga harus menunggu kelengkapannya.

Untuk merekrut pekerja migran informal saat ini, majikan harus mengeluarkan lebih banyak biaya karena harus membayar biaya karantina dan biaya manajemen kesehatan mandiri sebelum pekerja masuk ke rumah majikan. Sebelum masa pandemi majikan hanya membayar   sebesar NT$ 48000 – NT$ 50.000 untuk merekrut seorang pekerja. Namun, saat ini mereka harus merogoh kocek sebesar NT$ 106.194 untuk mendapatkan jasa dari seorang pekerja migran.

[Etty]