NEWS

Purna PMI Hong Kong Sukses Berbisnis Keripik, Omsetnya Hingga Puluhan Juta

Purna PMI Hong Kong Sukses Berbisnis Keripik, Omsetnya Hingga Puluhan Juta

Kisah inspiratif kali ini berasal dari purna PMI Hong Kong yang sukses menjadi entrepreneur, dengan membangun bisnis keripik yang menghasilkan omset hingga puluhan juta rupiah per bulan. Darwinah, purna PMI asal Indramayu, Jawa Barat ini sempat bekerja sebagai baby-sitter di Hong Kong pada tahun 2004 hingga kembali ke tanah air di tahun 2008.

Selama bekerja di Hong Kong, anak ke 6 dari 7 bersaudara ini aktif mengikuti kegiatan mulai dari organisasi Islam khusus warga Jawa Barat, mengajar di salah satu masjid ternama di Hong Kong hingga mengikuti kelas kewirausahaan. Ilmu-ilmu yang didapatkannya itu, yang kemudian ia terapkan setelah pulang ke kampung halaman.

"Saat itu, 2 tahun pertama niat saya bekerja di luar negeri untuk membahagiakan kedua orang tua. Lalu 2 tahun berikutnya untuk mencari modal. Ketika hal itu sudah saya dapat, saya pulang ke Tanah Air," tutur Darwinah.

Ketika pulang ke kampung halaman pada tahun 2008, Darwinah mengaku tidak langsung berwirausaha. Melainkan ia melakukan riset terlebih dahulu, untuk mengetahui potensi serta apa yang dibutuhkan masyarakat sekitar. Ia juga memutuskan berkeluarga dan sempat membuka kursus pendidikan agama gratis untuk masyarakat sekitar.

Melihat kondisi di Indramayu yang terkenal sebagai Kabupaten pengirim pekerja migran terbanyak Indonesia, ia melihat potret anak-anak yang kurang dari sisi agama karena jauh dari orang tua mereka yang bekerja di luar negeri. Sehingga muncul ide untuk membuka sekolah pendidikan agama gratis.

Tak lama setelah itu pada tahun 2009, barulah Darwinah memiliki ide untuk membuka bisnis keripik mulai dari usus ayam hingga ceker ayam di bawah brand Kenanga Mandiri. Meskipun begitu, ia mengaku keuntungan tidak bias langsung didapat saat memulai bisnis.

Saat awal merintis, Darwinah mengaku tidak mendapatkan untung sama sekali. Bisnisnya bahkan kerap rugi, karena ia belum memiliki ilmu cara mengolah ceker ayam dengan baik. Namun, Darwinah terus berusaha dan mencoba berbagai resep dan pemasaran.

Dibutuhkan waktu hingga satu tahun untuk membuat produk camilan Darwinah disukai dan laris di pasaran. Kini omset penjualannya mencapai 20 juta rupiah per bulan, itu pun baru dari satu produk saja. Saat ini, Darwinah memiliki beberapa produk lainnya di bawah brand Kenanga Mandiri.

[Etty]