NEWS

Majikan di Taiwan Tidak Boleh Melarang Pekerja Migran Keluar pada Saat Pandemi

Majikan di Taiwan Tidak Boleh Melarang Pekerja Migran Keluar pada Saat Pandemi

Revisi pada aturan terhadap pekerja migran asing telah dikeluarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja (MOL) pada Rabu 4 Mei 2022, yang bertuliskan bahwa majikan tidak boleh melarang pekerja migran mereka untuk pergi berlibur keluar pada hari libur mereka.

Akibat dari kasus COVID yang terus meningkat di Taiwan, banyak pekerja migran telah melapor bahwa mereka ditahan di asrama dan pabrik dengan aturan keras untuk tidak keluar. Namun, melarang pekerja migran untuk keluar pada hari libur mereka merupakan pelanggaran hukum perburuhan yang berlaku di Taiwan.

Pada hari Rabu 4 Mei, MOL mengeluarkan aturan terbaru untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. Bagian berjudul “Matters relating to the life of migrant workers needing attention” menyatakan bahwa majikan harus menghormati ijin libur yang diberikan kepada pekerja migran sesuai dengan hukum dan perjanjian buruh. Aturan tersebut menyebutkan bahwa majikan tidak boleh melarang pekerja migran untuk mengambil liburan. Namun, perusahaan dapat mengatur jadwal libur pekerja migran agar mereka tidak mengambil jadwal libur yang bersamaan dengan yang lain.

Jika pekerja migran perlu bekerjasama dengan otoritas kesehatan setempat dalam menjalankan isolasi atau karantina dirumah, mereka harus mengikuti aturan pencegahan epidemi yang berlaku. Majikan juga harus memberikan ijin karantina untuk pekerja, dan pada saat pekerja tersebut dikarantina, dapat dilarang untuk pergi keluar ataupun bekerja.

Perusahaan harus selalu mengingatkan pekerja migran untuk menghindari daerah umum yang ramai, serta tempat dengan ventilasi buruk pada saat pergi keluar untuk berlibur atau saat tidak bekerja. Perusahaan juga harus mengingatkan pekerja mereka untuk menjaga jarak aman 1 meter di dalam ruangan dan 1,5 meter di luar ruangan serta untuk selalu memakai masker pada setiap saat saat berjalan-jalan diluar untuk mengurangi resiko penyebaran COVID-19. Kemudian, perusahaan harus menyuruh pekerja migrannya untuk menambah akun LINE “Line@移點通” untuk mendapatkan informasi terkini mengenai pencegahan pandemi.

[TaiwanNews]