NEWS

Depresi Ditinggal Istri Menjadi PMI, Seorang Bapak Ajak Anaknya Gantung Diri

Depresi Ditinggal Istri Menjadi PMI, Seorang Bapak Ajak Anaknya Gantung Diri

Seorang bapak ditemukan gantung diri bersama anaknya di kediaman mereka pada Jumat lalu (6/5/2022). Arifin (40) dan sang putri, Saqilla Love Afilah Sungkar (5) telah dua bulan ditinggal istrinya untuk bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia di Singapura.

Hal tersebut pertama kali diketahui oleh Purwanti (58), saat itu dirinya hendak mengantar makanan kenduri untuk mereka. Karena melihat pintu yang tidak terkunci, Purwanti akhirnya masuk dan sangat terkejut begitu menemukan Arifin bersama putrinya dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Keduanya menggantung berhadapan sangat dekat di sebuah palang kayu untuk atap rumah.

Warga Grasak, Kecamatan Gondang, Sragen tersebut memiliki 2 orang anak dari rumah tangganya. Awalnya Arifin bekerja mengikuti pasar malam keliling. Namun sejak pandemi dan dilarang untuk berkerumun, pasar malam tempatnya bekerja otomatis tidak dapat beroperasi sehingga ia pun menjadi pengangguran. Bangkit dari keterpurukan, Arifin akhirnya berjualan masker di dekat palang kereta api Gondang. Namun keadaan ekonomi yang semakin memburuk, sang istri pun nekat memutuskan untuk merantau ke luar negeri.

Arifin diduga nekat bunuh diri akibat depresi ditinggal oleh sang istri merantau serta keterpurukan ekonomi. Ia pun nekat mengakhiri hidupnya secara tragis dengan mengajak satu anaknya yang masih balita. Sedangkan anak pertamanya yang berusia belasan tahun ikut dengan sang nenek.

Kisah tragis Arifin tersebut membuat warga sekitar sangat terpukul. Pasalnya mereka tak mengira, ia nekat melakukan hal tersebut. Padahal dalam kesehariannya, Arifin dikenal baik dan sopan. Sesuai dengan wasiat yang dituliskan oleh sang almarhum di tembok dekat ia mengakhiri hidupnya, Arifin ingin dikuburkan secara berdekatan dengan sang anak dan tidak dilakukan otopsi. Sementara itu, pihak keluarga juga telah ikhlas melepaskan karena tidak ditemukan tanda-tanda tindakan kekerasan di kedua jenazah.

[Etty]