NEWS

3 PMA Ditangkap Polisi Karena Membeli Sepeda Listrik Palsu

3 PMA Ditangkap Polisi Karena Membeli Sepeda Listrik Palsu

Polisi mengamankan 3 unit sepeda motor listrik dan pengendaranya, pekerja migran asing (PMA), saat mereka melaju dengan kecepatan kencang di jalan raya dan tidak menggunakan helm pengaman. Ketiga sepeda listrik yang mereka naiki merupakan sepeda listrik palsu yang dirangkai sendiri, bahkan memiliki kecepatan yang bisa mendekati 100 km/jam. Ini sangat membahayakan keselamatan.

Alat transportasi yang banyak digunakan oleh PMA adalah sepeda mesin, karena kendaraan teresbut praktis sehingga mesin tidak perlu plat motor, tidak perlu SIM, memiliki harga terjangkau, mudah diperoleh, dan gampang dimodifikasi.

Penggunaan kecepatan sepeda mesin dibatasi hanya 25 km/jam. Namun, saat ini banyak penjual sepeda mesin yang membeli spare part murah, tidak diuji, dan tidak terjamin keamanannya, lalu kemudian dirangkai sendiri untuk dijual dengan harga yg lebih murah, bahkan memiliki stempel keamanan palsu.

Polisi membawa ketiga pekerja migran berikut beserta sepeda rakitan mereka ke kantor polisi untuk dilakukan pemeriksaan. Saat diinterogasi, para PMA mengatakan bahwa mereka tidak tahu jika membeli sepeda listrik palsu melanggar undang-undang. Bagi mereka karena harganya lebih murah sehingga mudah dimiliki. Namun, ternyata produk mesin yang tidak asli berpotensi membahayakan, kemungkinan besar dapat meledak, terbakar, dan diragukan keamanannya.

Pemerintah menghimbau agar warga memilih penjual yg memiliki predikat baik, membeli sepeda mesin yang resmi dan telah diakui lisensi mesinnya oleh pemerintah, agar tidak membahayakan pengguna, dan orang lain di sekitarnya.

[Etty]