NEWS

Jumlah Pekerja Ilegal di Taiwan Mencapai 64.000 Orang

Jumlah Pekerja Ilegal di Taiwan Mencapai 64.000 Orang

Jumlah pekerja ilegal di Taiwan saat kini telah mencapai 64.000 orang. Banyak pekerja migran yang tergiur menjadi kaburan, karena jumlah gajinya yang tinggi hingga mencapai NTD 55.000. Mereka juga tidak perlu melakukan pembayaran uang pajak dan asuransi kesehatan (Askes), pemeriksaan kesehatan serta pengurusan dokumen lainnya.

Asosiasi Internasional Keluarga Difabel dan Perawatan Majikan Taiwan baru-baru ini mengeluarkan pernyataan bahwa banyak pekerja migran ilegal yang tersebar di berbagai penjuru wilayah di Taiwan. Bahkan beberapa diantara mereka banyak yang semakin berani karena kurangnya penegakan aturan di Taiwan. Beberapa pihak pekerja ilegal dianggap semakin keterlaluan karena berani berjudi, mabuk-mabukan, atau bahkan mengendarai kendaraan bermotor dengan kecepatan kencang tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM).

Menurut data statistik Departemen Imigrasi Taiwan (NIA), per April 2022 terdapat sebanyak 64.000 pekerja migran illegal dengan rincian jumlah terbesar dari Vietnam mencapai 34.000 orang, kemudian disusul 26.000 orang dari Indonesia, lalu dari Filipina sebanyak 2.400 orang dan dari Thailand sebanyak 1.200 orang pekerja.

Beberapa profesi ilegal seperti penjual narkoba, debt collector atau penagih hutang, bahkan pekerja prostitusi menjadi beberapa pekerjaan yang sering dijalani oleh para pekerja migran ilegal, mereka dapat meraup penghasilan jauh lebih banyak dari pekerja yang berstatus legal.

Asosiasi tersebut pun mengharapkan agar Kementerian Tenaga Kerja dan Departemen Imigrasi (NIA) bertindak dan melakukan investigasi terkait dengan hal ini, mengingat saat ini pekerja ilegal berpotensi menularkan COVID-19, yang sulit dilakukan pelacakan karena tidak memiliki kartu identitas dan dokumen resmi.

[Etty]