NEWS

Jenazah PMI Ilegal Asal Sukabumi Tertahan di Malaysia

Jenazah PMI Ilegal Asal Sukabumi Tertahan di Malaysia

Jenazah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal tertahan di Malaysia karena terkendala biaya. Dedeh, PMI asal Sukabumi yang bekerja di Malaysia, meninggal dunia dalam perjalanan ke bandara ketika akan dipulangkan ke Indonesia. Dedeh mengembuskan nafas terakhir karena kondisi kesehatannya yang semakin memburuk. Jenazahnya saat ini masih berada di rumah sakit Johor Baru Malaysia.

Pada tahun 2016 lalu, Dedeh berangkat ke Malaysia melalui proses unprosedural atau tanpa prosedur. Di sana ia bekerja pindah-pindah, hingga akhirnya kondisinya lemah dan sakit-sakitan hingga memutuskan pulang ke Indonesia. Namun siapa sangka, saat di bandara ia meninggal dunia. Masalah muncul ketika pihak keluarga meminta jenazahnya dipulangkan. Dikarenakan kedatangannya yang tanpa dokumen, sehingga sulit melakukan proses pemulangan dan meminta tebusan biaya sebesar 4.800 ringgit atau setara Rp.17.000.000.

Pihak keluarga Dedeh pun berupaya meminta bantuan ke DPC Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur agar bisa memulangkan jenazahnya untuk dimakamkan di Kampung Ciseupan, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi.

Merespons persoalan tersebut, Ketua DPC Astakira Pembaharuan Cianjur Ali Hildan mengungkapkan pihaknya telah meminta kepada pemerintah agar bisa memproses kasus yang menimpa PMI asal kota Sukabumi tersebut. Pemerintah dan negara harus hadir untuk pemulangan jenazah Dedeh ke Indonesia.

Pemerintah seharusnya tidak lagi melihat pemberangkatan legal atau ilegal, karena ini kewajiban negara untuk memberikan perlindungan. Terlebih keluarga Dedeh tergolong keluarga tidak mampu. Astakira atau Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya sudah bersurat ke intansi terkait terutama PWNI (Pariwisata Imigrasi Ketenagakerjaan) dan BHI (Badan Hukum Indonesia) Kemlu atas permohonan pemulangan jenazah Dedeh.

[Etty]