NEWS

Taiwan Kekurangan PMA di Sektor PRT Akibat Pandemi

Taiwan Kekurangan PMA di Sektor PRT Akibat Pandemi

Sejak dilakukan pengetatan pembatasan akibat pandemi COVID-19, jumlah pekerja migran asing (PMA) di sektor rumah tangga kian menurun. Berdasarkan data ketenagakerjaan dari Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) menyebutkan jumlah pekerja rumah tangga (PRT) sejak kuartal pertama 2020 hingga sekarang menurun 50%, atau sekitar 40.000 orang pekerja migran.

Berdasarkan forum diskusi online yang diadakan oleh The Garden of Home Foundation yang digelar pada Kamis (16/07) menyatakan bahwa penurunan jumlah pekerja di sektor PRT tersebut berdampak pada keluarga majikan yang ingin merekrut pekerja untuk merawat anggota keluarga mereka untuk jangka panjang. Ditambahkan lagi gejolak pandemi, yang mengakibatkan perbatasan kerja membuat PRT tidak dapat keluar, menjadikan kehidupan mereka semakin terkekang karena tak dapat libur.

Kelompok pekerja migran informal menjadi sektor lemah akibat dampak pembatasan wilayah karena pandemi: kerjaan yang lebih banyak, tanpa waktu libur dan tanpa hitungan lembur membuat mereka berada dalam posisi yang semakin sulit. Menanggapi hal ini banyak organisasi masyarakat dan kemanusiaan yang mendesak pemerintah Taiwan untuk lebih memperhatikan kesejahteraan dan hak-hak pekerja migran di sektor informal.

Kurangnya tenaga kerja di sektor rumah tangga serta tingginya biaya perekrutan pekerja migran informal, dimana agensi mematok harga kepada majikan sebesar NTD 50.000 – NTD 70.000 per orang. Membuat banyak majikan memilih untuk mengirim orang tua mereka ke panti jompo karena mereka tidak dapat mengurusnya sendiri.

[Etty]