NEWS

Kisah Pilu Ida, PMI Malaysia  7 Tahun Disekap  Majikan

Kisah Pilu Ida, PMI Malaysia  7 Tahun Disekap  Majikan

Lagi-lagi kasus tidak berprikemanusiaan dialami Pahlwan devisa di negeri Jiran. Ida Nahak alias Petronela Nahak, Pekerja Migran Indonesia (PMI), asal Desa Asumanu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) disekap oleh majikannya di Malaysia. Menurut keterangan Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Kupang, Timoteus K Suban mengatakan, Ida disekap oleh majikannya yang beralamat di Jalan Macalister, Pulau Penang, Malaysia.

 "Informasi tentang TKI Ida yang disekap ini diketahui setelah beberapa orang rekannya memviralkan melalui media sosial," ucap Timoteus

Laporan penyekapan tersebut segera ditindak lanjuti oleh polisi Malaysia dan KJRI Penang. Mereka berhasil membebaskan Ida, dan membawa wanita tersebut ke penampungan KJRI Penang dalam kondisi selamat. Selain disekap selama 7,5 tahun, wanita tersebut juga tidak digaji.

Di Sambut dengan Isak Tangis Ibunda

Kedatangan Ida pada Jumat (02/3/18)  disambut dengan isak tangis oleh ibundanya, Theresia Sose. Wanita tersebut menanti kedatangan putrinya di Bandara El Tari Kota Kupang. Tatapan wanita tua tersebut terus saja terpaku pada pintu keluar penumpang pesawat. Dengan mengenakan baju blouse orange bercampur kuning, dan kain sarung warna biru , dengan beralas sendal jepit tersebut, menunggu paling depan di pintu keluar. Setelah bertahun-tahun tidak bertemu, membuat anak dan ibu ini saling tidak mengenali. Ida yang mengenakan topi merah dengan celana jeans hitam pun tidak mengenali ibunya.

Seorang kerabat kemudian memanggil nama Ida dan memberi tahu jika ibunya tengah berdiri didekatnya. Melihat sang ibu, Ida pun berjalan cepat dan menghambur ke dalam pelukan yang selama ini ia nanti. Keduanya lalu berpelukan dan menangis penuh haru. Suasana mengharukan tersebut membuat netizen terharu dan mengabadikan moment tersebut.

Menurut penuturan Theresia, anaknya berangkat ke Malaysia pada Mei, 2009 silam. Keberangkatan putrinya tersebut tanpa sepengetahuannya. Ida dipekerjakan di sebuah sebagai asisten rumah tangga seorang pengusaha bernama Tante Poh. Selama tujuh tahun bekerja, majikannya tersebut melarang Ida berkomunikasi dengan siapa pun. Bahkan acapkali menanyakan gaji dan minta cuti pulang, ia dimarahi.  Kisah penyekapan tersebut viral ke media sosial, hingga KJRI Penang melakukan pembebasan. Terkait gaji dan hak-haknya Pihak KJRI berjanji akan mengurusnya hingga tuntas. [Etty]