NEWS

Yeni, TKI Malaysia Korban Penganiayaan Agensi dan Disekap dalam Hutan

Yeni, TKI Malaysia Korban Penganiayaan Agensi dan Disekap dalam Hutan

KUPANG Kebiadaban agensi penyalur tenaga kerja kembali terjadi, kali ini korban bernama  Yeni Tfuakan, gadis 25 tahun asal Desa Oelnaineno, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Korban  diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur ilegal oleh Jhon, perekrut Pekerja Migran Indonesia (PMI) daerah Kupang.  Di Malaysia, Yeni dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Namun ia tak pernah dibayar sepeser pun oleh majikan. Sehingga mengakibatkan ia  minta pulang meskipun belum selesai kontrak.  Berang dengan permintaan pekerjanya, majikan Yeni lantas menghubungi agen penyalur untuk menjemput Yeni. Alih-alih dipulangkan, Yeni justru disembunyikan di hutan Malaysia, dan dianiaya hingga babak belur dan  mengalami amnesia atau gangguan daya.

Yeni akhirnya dipulangkan lewat Batam dan sempat di tampung oleh Dinas Sosial setempat. Namun dari situ Yeni melarikan diri mengikuti dua temannya ke Jawa Timur untuk selanjutnya kembali ke Kupang. Tapi Yeni justru ditinggalkan oleh dua temannya asal Banjarmasin itu di Tuban, Jawa Timur. Karena kebingungan tak tahu harus kemana, Yeni akhirnya tidur di emperan sebuah toko di jalan Kebon Sari, Gang Ikhlas, Nomor 86, Tuban. Beruntung si pemilik toko, yakni M. Nurcholis berhati baik. Yeni lantas di ajak ke rumahnya.
 

Kini dua bulan sudah Yeni tinggal bersama keluarga Nurcholis. Keadaanya belum sembuh total, tetapi berangsur membaik. Korban mengalami gangguan psikis dan gangguan ingatan (amnesia). Bicara dengannya harus perlahan, karena ia sambil mencerna percakapan tersebut.

Saat ini Yeni  hanya memiliki sebuah surat keterangan sakit dari dokter di Batam Center dan sebuah Alkitab. Sedangkan surat-surat penting lainnya seperti tanda pengenal tidak ada sama sekali. Menurut penuturan Nurcholis, saat ditemukan Yeni dalam keadaan ketakutan, karena trauma.

“Waktu saya ketemu pertama kali, saya ajak bicara, tapi Yeni ketakutan. Mungkin karena trauma. Jawabannya nggak (tidak) nyambung semua pak. Setelah saya bersama istri saya mencoba menenangkannya, baru dia mau cerita. Itu pun dengan susah payah,” ujar Nurcholis.

Kepada Nurcholis Yeni mengaku, ketika dirinya dijemput oleh Anin dari Hutan Malaysia, dirinya juga dianiaya oleh Anin. Begitupun ketika sampai di Batam. Anin adalah agensi Yeni. Nurkholis berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dapat segera memfasilitasi kepulangan Yeni dan mempertemukan kembali Yeni dengan keluarganya di Takari. [Etty]