NEWS

Aniaya Pasien yang Dirawat, Yesana Divonis Penjara 8 Bulan

Aniaya Pasien yang Dirawat, Yesana Divonis Penjara 8 Bulan

Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura yang bekerja menjaga seorang nenek  mendapat vonis delapan bulan dipenjara karena menganiaya pasien yang dijaganya. Yesana Elizabeth Doliab (30), PMI  yang bekerja di kawasan Sengkang Singapura ini dijatuhi  vonis hukuman pada hari Rabu (7/03/18) lalu. Terdakwa terbukti bersalah karena telah memukul, mencubit, serta menusuk mata kiri pasiennya Mary Tan (89) yang menderita alzheimer.  Kejadian tersebut berlangsung antara Agustus hingga September tahun 2017 silam.

Kronologi kejadian, saat Yesana hendak memindahkan Mary Tan dari kursi roda ke tempat tidurnya sekitar pukul 22.00 waktu setempat pada 15 September lalu. Saat digendong, pasien tersebut menjambak rambutnya.  Yesana kemudian membalasnya dengan memukul mata kiri perempuan lanjut usia itu.Ketika anak perempuan Mary Tan pulang, ia  melihat luka memar pada wajah sang ibu. Tak terima ibunya mendapat perlakuan kekerasan,  majikan pun melaporkan pekerjanya ke polisi. Keesokan harinya, Mary Tan dibawa ke Rumah Sakit Khoo Teck Puat untuk melakukan pemeriksaan. Dokter menemukan sejumlah luka memar lainnya di tubuh lansia tersebut.

 Dalam persidangannya, Yesana mengaku telah mencubit Mary Tan beberapa kali termasuk bagian dada kanan dan pinggang kirinya. Terdakwa mengaku melakukan itu karena korban menyebutnya orang bodoh dan beberapa kali menoyor kepala terdakwa dengan jarinya. Atas tindakan penganiayaan tersebut, Yesana harus merasakan dinginnya jeruji besi. Hukuman ini termasuk ringan, karena korban tidak bisa mengingat seluruh kejadian dan penganiayaan yang diterima saat bersaksi di pengadilan. Jika berdasarkan luka-luka memar yang dialami korban, tersangka bisa dijerat dengan hukuman dua tahun penjara, dan sejumlah denda. [Etty]