NEWS

Fatayat NU, Mewujudkan Toleransi, Menjaga Persatuan, dan Kebersamaan

Fatayat NU, Mewujudkan Toleransi, Menjaga Persatuan, dan Kebersamaan

Bertempat di Taipei Main Station (TMS) Taiwan, Fatayat NU Taiwan menyelenggarakan Pengajian Akbar guna memperingati Hari Lahir Fatayat NU Taiwan ke-6 dan Milad perdana  Fatayat NU, Ranting Taichung. Acara yang dihelat pada Minggu (30/12/19) ini menghadirkan Ustazah Alfiatul Muniroh dan Ibu Nur Nadlifah, selaku ketua pusat Fatayat NU dari Indonesia. Acara dimulai pukul 09.00 pagi dengan penampilan grup rebana dan qosidah karya rekan-rekan pekerja migran Indonesia.

Cuaca dingin dan hujan gerimis, tidak mematahkan semangat para pengunjung pengajian untuk mendengrakan tausiah sekaligus bersilaturahmi dengan sesama umat Islam dari tanah air. Selain melantunkan salawat dan lagu qosidah, di Tabligh Akbar tersebut juga disajikan Drama Kreasi PMI yang memberikan pesan moral, jika setiap orang berhak untuk mengubah diri menjadi lebih baik. Tidak selamanya orang jahat akan terus-terusan berlaku jahat, jika di dalam hati diniati ingin berubah.

Tabligh Akbar juga dihadiri staf Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei. Kepala Bidang Ketenagakerjaan, Sri Indah Wijayanti, dalam sambutannya mengatakan, pentingnya memupuk kebersamaan dan persatuan sesame umat dan warga negara Indonesia yang berada di negeri orang. Jangan mudah terpecah belah, dan tetap pada tujuan utama datang ke mari untuk mencari rezeki.

“Pesan saya kepada rekan-rekan PMI semuanya, mari terus menjaga persatuan dan kebersamaan antara satu dengan yang lainnya. Jangan sampai terpecah belah oleh perbedaan. Perlu diingat kembali, apa tujuan awal datang ke Taiwa. Jangan sampai melakukan sesuatu yang menimbulkan penyesalan,” tutur Indah Wijayanti.

Pelaksanaan Tabligh akbar juga menjadi momen istimewa dengan seorang muallaf yang mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk agama Islam. [Etty]