NEWS

Anugerah Video Award, Ajang Kreatifitas Migran di Taiwan dalam Berkarya

Global Workers Organization (GWO) Taiwan kembali menggelar acara penerimaan hadiah bagi pemenang lomba Video Award 2018. Tahun ini merupakan ajang keempat yang diselenggarakan oleh organisasi non profit tersebut. Kali ini perlombaan hanya dibagi menjadi kategori video Fun Youtuber dan News report. Indonesia behasil mendominasi kemenangan di perlombaan tersebut. Pada kategori Fun Youtuber, juara pertama diraih oleh Slamet Praniyadi dengan videonya bertajuk “National Palace Museum Taipei-Zhinshan Garden”. Sedangkan di kategori News report, karena nilai juara pertama tidak dapat memenuhi target, sehingga langsung menempati juara kedua, Riyan Ferdian dengan videonya berjudul “Taipei Main Station Favorit Gathering Place”, kemudian disusul Dwi Susanti, dengan karyanya “Taipei Listen to Me 2018 Speech Contest”.

Dalam sambutannya Karen Shu selaku pimpinan GWO mengungkapkan terima kasih kepada seluruh peserta perlombaan yang telah mengirim karya-karya luar biasa mereka sebagai bentuk mempromosikan Taiwan, baik dari segi kuliner dan pariwisata agar dikenal masyarakat luas. Melalui perlombaan ini terjaring bakat-bakat luar biasa dari para peserta perlombaan yang juga diikuti pelajar Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Taiwan.

“Kalian adalah tunas-tunas kreatifitas yang kelak dapat berkembang untuk menceritakan kegiatan apa saja yang dilakukan pekerja asing di Taiwan. Banyak hal-hal positif yang dilakukan mereka di tengah segala kesibukannya sebagai pekerja dan pelajar,” ungkap Karen.

Sebagai juara di kategori Youtuber yang memboyong uang tunai NTD 6000,  Slamet Praniyadi menuturkan, dirinya tidak pernah menyangka jika akan memenangkan perlombaan ini. Pesannya kepada rekan-rekan PMI semuanya, terusnya berkarya dan salurkan kreatifitas. Buatlah content original dan tetap menjadi diri sendiri.

“Jangan pernah mudah menyerah jika rintangan datang menghalangi kreatifitas, terus berkarya yang original. Eksplore kemampuan yang  kita miliki seluas mungkin,” pungkas Slamet. [Etty]