NEWS

Mantan BMI Taiwan Terlibat Kasus Penyelendupan 1 ton Sabu ke Indonesia

Terungkapnya penyelundupan Narkotika besar-besaran jenis sabu sebesar 1 ton di kawasan Pantai Anyer Serang, Banten yang dilakukan oleh warga Negara Taiwan pada bulan Juli lalu menyeret nama seorang mantan BMI yang bekerja di Taiwan. Disinyalir Komalasari alias Mala terbukti membantu empat orang warga Negara Taiwan yang ditangkap tim BNN dan kepolisian saat mendaratkan Narkoba jenis sabu ke pantai Anyer. Mala dikenal salah satu tersangka yang bernama Lin Min Hui. Perkenalan mereka melalui aplikasi sosial media. Dari perkenalan singkat tersebut Lin meminta bantuan kepada Mala untuk kepentingannya.

 

Kepada petugas pemeriksaan, Mala mengatakan bahwa dirinya tidak pernah tahu jika kepentingan tersebut adalah penyelundupan Narkoba. Dalam sebagian perbincangan antara Mala dan Lin yang menggunakan bahasa Mandarin yang masih tersimpan di HP Mala, Lin meminta tolong untuk menjalankan bisnis perikanan. Tugas Mala yaitu membantu segala keperluan Lin dan teman-temannya selama berada di Indonesia. Mulai dari mencari mobil sewaan, penginapan, dan petunjuk jalan (guide).

 

“Kenalnya melalui Aplikasi WeChat, mereka menggunakan vitur shake, ketemulah Mala,” tutur AKBP Bambang S Yudhantara, yang ikut dalam penyergapan.

 

Lin Ming Hui berperan sebagai bos pengendali kawanan ini. Ia terpaksa ditembak mati oleh petugas, lantaran berusaha melawan dengan menabrakkan kendaraan kepada petugas saat penangkapan. Sedangkan dua pelaku lain berhasil dibekuk yaitu Chen Wei Cyuan dan Liao Guan Yu. Satu pelaku lainnya, Hsu Yung Li, berhasil kabur dan berhasil ditangkap setelah sehari penggerebekan. Hsu Yung Lin ditangkap kepolisian Anyer, saat hendak memberhentikan bus untuk kabur.  

Rincian sabu yang tersita berada dalam 27 kotak di mobil Innova Gold dan 24 kotak lagi di mobil Innova hitam. Totalnya ada 51 karung dengan brutto 1 ton. Sabu tersebut dikirim dari Guang Zhou, China. Mereka menyelundupkan melalui jalur laut, dan akan dipasarkan di Jakarta. Pengungkapan penyelundupan bermula saat polisi mendapatkan informasi dari Kepolisian Taiwan, bahwa ada sabu dalam jumlah yang besar dari China yang akan masuk ke Indonesia.

 Pihak kepolisian melakukan penyelidikan selama dua bulan hingga melakukan penangkapan. Dalam penyelidikan tim gabungan terus  memonitor, melacak, mengintai mafia sabu dari Taiwan yang diduga masuk jajaran sindikat internasional. Penyelundupan sabu sebanyak 1 ton tersebut digagalkan oleh Tim Gabungan Merah Putih yang terdiri dari petugas direktorat Narkoba Metro Jaya dan Polsekta Depok. Para mafia  dicokok di Dermaga eks Hotel Mandalika, di Jalan Anyer Raya, Serang, Banten, pada kamis, 13 Juli lalu. Gagalnya penyelundupan 1 ton sabu dari China berati telah menyelamatkan 10  juta jiwa dari penyalahgunaan Narkoba. Penyelundupan sabu tersebut merupakan yang terbesar dari sejarah penyelundupan Narkoba di Indonesia. Kualitas sabu jenis ini berada di kelas wahid,  terbukti dari bentuk kristalnya yang jernih. Polisi menaksir sabu tersebut bisa terjual sekitar Rp 1,5-2 triliun.