NEWS

Hutang Berujung Maut, Mantan PMI Taiwan Menjadi Otak Pembunuhan


Tiga pelaku; Tika Herni (mengenakan hijab), Jefri dan Riko (tangan terikat)

Kasus pembunuhan menggegerkan media sosial, pasalnya tiga pelaku dicokok di sebuah penampungan yang berada di Jakarta dan dijadwalkan akan terbang ke Taiwan pada 5 Januari 2019. Namun, tiga hari sebelum pemberangkatan, tepatnya pada Rabu (2/1/19) mereka ditangkap pihak kepolisian dan harus menjalani pemeriksaan kasus pembunuhan dengan korban Ponia (39) beserta putrinya Silfia (13). Ketiga pelaku adalah Tika Herli (31), Riko Apriadi (20), dan Jefri Lito Saputro (17).

Pembunuhan dilatar belakangi dendam karena hutang piutang. Dikutip dari sebuah wawancara pada sebuah media, Tika yang merupakan otak pembunuhan mengaku kesal karena korban mengatakan pada orang lain jika dirinya berhutang kepada korban. Sedangkan yang terjadi justru sebaliknya, Ponia berhutang kepada Tika sebesar Rp. 86.000.000 dan baru dibayar Rp. 35.000.000. Karena belum membayar, pelaku pun menyita kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik korban yang kebetulan ia tahu nomor PINnya.

Geram karena difitnah berhutang, Tika merencanakan menghabisi nyawa korban dengan bantuan Jefri dan Riko yang masih memiliki hubungan kerabat. Seminggu sebelumnya ketika pelaku telah merencanakan pembunuhan tersebut, tetapi gagal, karena korban sulit diajak keluar. Pada Senin (17/12/18) lalu, niat busuk mereka terlaksanakan. Setelah merayu korban dengan mengajaknya jalan-jalan, korban dihabisi di sebuah kebun kopi di kawasan jalan Simpang Mbacang Lahat, Sumatera Selatan. Mereka juga menghabisi putri korban Selfia Permata Sari (13) yang mengetahui aksi pembunuhan tersebut. Mayat keduanya di buang ke Sungai Lematang, Desa Lengkung Daun, Kec. Pagar Gunung, Lam Sel pada Selasa (25/12/19) untuk menghilangkan jejak.

Tika Herli merupakan mantan istri polisi, ia membayar Jefri sebesar Rp. 5 juta, sedangkan untuk pada Riko pembayaran diganti dengan proses ke luar negeri. Setelah mengeksekusi korban, ketiganya pergi ke Jakarta naik pesawat, untuk melanjutkan proses ke luar negeri. Sementara Tika sendiri pernah bekerja di Taiwan, dan sempat mengikuti ajang pemilihan Miss Kecantikan sebuah media Indonesia di Taiwan. Namun siapa sangka, ia merupakan wanita berdarah dingin yang tega menghabisi temannya sendiri dengan cara keji.

Pupus sudah niat bekerja ke luar negeri, ketiga tersangka kini telah ditangkap dan menjalani pemeriksaan yang akan berlanjut ke meja hijau. Ketiga pelaku terancam hukuman mati, karena telah melalukan pembunuhan secara terencana. [Etty]