NEWS

Masuk dengan Visa Turis, Pria Ini Kini Ling Lung

Nazarudin alias NZ (33 tahun) asal dari Dusun Batu Bangka Desa Kawo Kec Pujut Kab Lombok Tengah NTB yang mengalami depresi di Rumah Sakit Senthou Taoyuan ini adalah seorang TKI ilegal yang masuk ke Taiwan dengan menggunakan visa kunjungan. Apa yang menyebabkan pria ini mengalami depresi (linglung dan susah diajak berbicara)?

Pada awalnya sebelum masuk Taiwan, NZ tergiur tetangganya yang bisa pergi ke Jepang (dengan visa kunjungan), walaupun tetangganya ini sebenarnya gagal sampai ke Jepang karena setelah sampai bandara Jepang ia dideportasi oleh pihak imigrasi Jepang. Sang tetangga ini lalu membujuk NZ untuk berangkat ke Jepang dengan dalih majikan yang ke Jepang menginginkan pengganti dirinya maka NZ adalah orang yang dijadikan sasaran sebagai penggantinya.

Lalu NZ mengurus proses keberangkatannya melalui sponsor di daerah Tanjung Priok Jakarta dengan menyetor uang sejumlah 70 juta rupiah. Seiring waktu proses Jepang tidak ada kepastian pemberangkatan akhirnya sponsor mengarahkan NZ untuk masuk ke Taiwan tetap dengan menggunakan visa kunjungan. Pihak keluarga dalam hal ini kakaknya yang ada di Timur Tengah sudah mengingatkan NZ untuk mencari tahu dulu tentang proses ke Taiwan. Akan tetapi NZ tetap memutuskan berangkat  ke Taiwan sekitar bulan Juni 2017, dengan bayangan iming-iming gaji besar yang setara gaji TKA di Jepang.

Di Taiwan NZ sempat menginap di hotel selama 4 hari, dan entah kebetulan atau memang sudah direncanakan oleh broker Taiwan ada oknum TKI dari Lombok Timur yang menjemputnya untuk diajak bekerja di tempat TKI tersebut. Sesampai di tempat kerjanya NZ hanya sempat bekerja dua hari lalu mengalami sakit. Setelah menghubungi kakaknya yang di Timur Tengah, NZ meminta uang untuk proses kepulangannya. Namun setelah kakaknya mengirim uang sebesar 13 juta rupiah (bukti terlampir), NZ yang dijanjikan akan dibawa ke bandara malah diantar ke RS oleh oknum brokernya selanjutnya NZ seperti yang bisa kita simak di medsos yang setiap hari bersliweran kasus NZ ini.

Kasus NZ ini sebenarnya sudah berulang kali terjadi di kalangan calon tenaga kerja asing dari Indonesia karena kurangnya pengetahuan tentang proses bekerja yang benar ke Taiwan. Banyak faktor yang mendasari hal ini, salahnya adalah ribetnya proses birokrasi proses CTKI ke Taiwan dan tingginya biaya penempatan (overcharging), demikian pendapat aktivis BMI juga Satgas KDEI  Bayu Lang Buana yang juga salah satu tokoh yang disegani dalam komunitas orang-orang Lombok.

Pesan dari Bayu Lang Buana dalam menyikapi kasus-kasus TKI yang salah jalur dalam proses keberangkatannya untuk lebih berhati-hati dan memahami benar aturan-aturan yang berlaku dalam proses pemberangkatan ke Taiwan ataupun negara penempatan lainnya. Jadi cukup NZ saja yang memilih jalan instan untuk proses keberangkatan ke Taiwan, tapi apabila punya niat bekerja di negara tersebut alangkah baiknya mengikuti aturan-aturan resmi yang diberlakukan oleh pemerintah. (Tari/TIMedia)