NEWS

Exit Program: Saatnya Menjadi Entrepreneur di Masa Depan!

 
 
 
 
Pembicara Pelatihan, Hendy Setiono

Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) melalui program pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI), menggelar Pelatihan Kewirausahaan bertajuk “Saatnya Menjadi Entrepreneurs melalui Bisnis Franchise”. Pelatihan Kewirausahaan menghadirkan pembicara dari tanah air, Hendy Setiono, seorang pengusaha muda kelahiran Surabaya yang sukses merintis “Kebab Turki Baba Rafi”. Usaha yang dahulu ia rintis hanya bermodal empat juta rupiah ini, kini telah memiliki dua ratus cabang dan menggurita ke mancanegara.

Exit Program merupakan program yang bertujuan memberdayakan PMI yang berada di Taiwan. Dalam sambutannya Kepala KDEI Didi Sumedi mengatakan, “Rekan-rekan PMI tidak akan selamanya bekerja di perantauan. Sehingga harus memersiapkan diri untuk kepulangan di tanah air. Melalui program Exit ini, diharapkan dapat membekali pengetahuan untuk berwirausaha,” tuturnya.

Pelatihan yang dihelat pada Minggu (27/1/19) di kantor KDEI ini diikuti sekitar 75 peserta yang antusias menyimak motivasi berwirausaha dari pemateri selaku CEO Baba Ali yang dinobatkan sebagai The Worls Biggest Kebab Chain. Dalam materinya, Hendy membagikan cara membangun bisnis terdiri dari tiga aspek, yakni membangun brand, menghilangkan rasa gengsi, dan memupuk mimpi agar menjadi nyata dengan terus berusaha.

Melalui program ini rekan-rekan PMI mendapat pembekalan berwirausaha sebelum pulang ke tanah air. Dengan pembekalan dan keterampilan, diharapkan rekan-rekan dapat mandiri dan membuka lapangan usaha bagi orang lain. Sehingga tidak perlu kembali ke perantauan.

Kebab Turki Baba Rafi merupakan kisah sukses seorang pengusaha yang bermodal kecil yang bisa tumbuh dan berkembang. Diharapkan ini dapat menjadi ispirasi bagi rekan-rekan PMI di Taiwan. Selain memberikan motivasi, Hendy Setiono juga melakukan penandatanganan Letter of Intent (LOI) pembukaan Master Franchise Baba Rafi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia di Taiwan (APIT). Sehingga ke depannya Kebab Turki juga dapat dinikmati di Taiwan.

Acara dimulai pukul 10.20 dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya. Saat sesi tanya jawab tiba, peserta pelatihan sangat antusias melontarkan pertanyaan seputar bagaimana cara membuka usaha dan mengelola marketing. Hadir juga pada pelatihan tersebut, Kabin Perdagangan Miftah Farid, Kabin Tenaga Kerja Sri Indah Wijayanti, Bidang AnalisiKetenagakerjaan Farid Ma’ruf dan Kadir. Acara berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan ditutup dengan sesi foto bersama, kemudian santap siang. [Etty]