NEWS

Kisah Pilu Sukmi, 22 Tahun Disekap Majikan di Arab Saudi tanpa Gaji

Sukmi,  saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta

Sukmi binti Sardi (40), kala itu berangkat  ke Arab Saudi berumur 18 tahun, dan selama 22 tahun itu ia disekap oleh majikan. Selama bekerja di Arab Sukmi tidak pernah menghubungi keluarga di kampung halaman, bahkan ia pun tidak pernah mendapatkan upah dari majikan. Sabtu (15/7/17) Sukmi pulang ke tanah air, hujan tangis pecah di Terminal 3 Ultimate  Bandara Sorkarno-Hatta sore itu. Wanita asal Maja, Lebak, Banten itu tiba di tanah air sekitar pukul 16.00 WIB setelah melalui perjalanan panjang menaiki pesawat Saudi Arabian Airlines.

 

Sukmi disambut haru oleh keluarga, termasuk adik kandungnya Soleman (34) yang selama gigih mencari sang kakak. Sukmi yang mengenakan gamis hitam dibalut kerudung merah nampak tidak banyak bicara ketika bertemu dengan keluarga. Adapun gaji Sukmi yang tidak dibayar selama 22 tahun oleh majikan sebesar 167.600 riyal Arab Saudi atau setara Rp 586 juta.

 

“Gajinya selama bekerja di sana tidak pernah dibayar oleh majikan. Saat ini kondisi Sukmi depresi dan mengalami  gangguan komunikasi,” ucap Gatot Hermawan, kepala BP3TKI di Serang, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Pihak BP3TKI juga berkoordinasi dengan KBRI Arab Saudi melakukan mediasi dengan majikan mengenai gaji. Lalu gaji Sukmi pun dibayar, dititipkan kepada KBRI Riyadh , dan akan ditransfer setelah Sukmi membuat rekening di Indonesia.

 

Sukmi berangkat ke Arab pada tahun 1995, selama di sana ia tidak pernah berkirim kabar atau cuti ke tanah air. Majikan menyekapnya di dalam rumah untuk bekerja dan terus bekerja. Sukmi tertangkap di rumah majikan oleh kepolisian Arab saat  dilakukan pemutihan besar-besaran untuk para Pekerja ilegal di Arab Saudi. Selama ini majikan tidak memperpanjang paspor dan dokumen kerja lainnya  milik Sukmi, sehingga datanya tidak ditemukan. Pihak keluarga Sukmi sendiri  telah berusaha mencari keberadaannya, tetapi tak ada hasil. Akhirnya pencarian tersebut dihentikan, karena tidak ada biaya.  Betapa terkejut pihak keluarga ketika mendapat kabar jika Sukmi akan dipulangkan ke tanah air. Ibu kandung Sukmi ketika bertemu di bandara tidak mengakui jika wanita yang memakai gamis hitam dan hijab merah adalah putrinya. Karena 22 tahun bukanlah waktu sebentar saat Sukmi menghilang di perantauan tanpa kabar dan berita. Lalu sang ibu pun meminta agar hijab Sukmi dibuka, barulah ia yakin jika sekarang yang di hadapannya adalah buah hatinya yang selama ini ia cari-cari.

 

Mengalami Depresi dan Sulit Komunikasi

Karena terlalu lama di Arab Saudi, Sukmi sulit untuk berkomunikasi  menggunakan bahasa Indonesia. Ketika diundang acara talk Show “Hitam Putih”  dengan MC Deddy Corbuzier, setiap ditanya Sukmi hanya terdiam. Ia nampak tidak memahami dengan pertanyaan yang diberikan Deddy. Wajahnya hanya tertunduk kosong, seperti mengalami traumatis yang sangat dalam. Akhirnya Deddy memanggil ibu dan adik Sukmi yang bernama Sarna.  Sarna menjelaskan, depresi dan trauma mendalam dirasakan kakaknya. Sampai-sampai ketika bertemu di bandara pun ia tidak menangis atau pun terharu karena bertemu dengan keluarga.

 

“Sukmi mengalami trauma yang dalam. Kalau sama saudara kenal, tetapi ia tidak mau berbagi cerita. Bahkan waktu pulang dari sana sama sekali tidak meneteskan air mata. Blank kosong,” tutur Sarna. 

 

Ibu Sukmi yang bernama Umsah berharap, keadaan Sukmi segera pulih seperti dahulu kala. Periang dan selalu hangat pada keluarga. Rasa haru dan bahagia  tak bisa dibendung saat Sukmi dapat pulang dan berkumpul lagi di tengah-tengah keluarga, meskipun dalam keadaan yang memprihatinkan. Umsah berharap, dengan tinggal bersama keluarga kesehatan dan ingatan Sukmi akan segera membaik dan bisa hidup normal kembali. (Etty)