NEWS

Tour Kewirausahaan, Belajar Budidaya Aquaponik




Semangat para peserta belajar budidaya Aquaponik

Tak selamanya hidup merantau di negeri orang, untuk itu sebelum pulang harus membekali diri dengan ilmu dan pengetahuan yang kelak bisa dimanfaatkan di kampung halaman. Guna menambah pengetahuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam bidang pertainan, MPM - PCI Muhammdiyah Taiwan bekerja sama GWO Taiwan dan Dewins menyelenggarakan Tour Kewirausahaan mendalami budidaya Aquaponik.

Yaitu sistem penanaman yang mengkombinasikan akuakultur dan hidroponik dalam lingkungan yang bersifat simbiotik. Dalam akuakultur yang normal, ekskresi dari hewan yang dipelihara akan terakumulasi di air yang meningkatkan toksisitas air, jika tidak dibuang. Dengan penanaman ini akan didapatkan dua keuntungan sekaligus, ikan dan sayuran. Suasana hujan tidak menyurutkan semangat peserta tour untuk menggali ilmu pertanian dari pemilik lahan.

Tak hanya di lokasi tujuan, sepanjang perjalanan di dalam bus rombongan tour melakukan diskusi dan sharing bersama, bagaimana cara meningkatkan kualitas pekerja migran dan membekali kewirausahaan yang kelak bisa diterapkan di Indonesia, seperti di bidang peternakan, kuliner, ataupun pertanian. Tour dilaksanakan pada Minggu (3/3/19) dengan tujuan perkebunan Daxi dan kebun strawberry. Rombongan berangkat pukul 8.20 dari Taipei Main Station (TMS).

Dengan diadakannya kegiatan tersebut, diharapakan para peserta dapat mempelajari sistem pertanian di Taiwan yang lebih berkembang. Sehingga kelak pulang ke tanah air tidak hanya membawa modal, tetapi juga pengalaman yang dapat diterapkan sebagai usaha. Tidak terus menerus kembali ke perantauan untuk berlama-lama. Ini adalah kali ketiga tour yang diiniasi MPM-Taiwan. Ke depannya diusahakan Tour Kewirausahaan akan rutin dilakukan setiap tiga bulan sekali. Tidak hanya melihat lapangan, tetapi juga diberikan materi pembekalan sebelumnya.

Menurut salah satu panitia, Santy mengatakan dengan tour kewirausahaan ini diharapkan rekan-rekan PMI memperoleh kesejahteraan yang lebih baik setelah pulang ke tanah air. Karena selain mendapat penghasilan dari penjualan tanaman dan ikan, juga bisa dikonsumsi sendiri. 

“Setelah mengikuti tour ini semoga rekan-rekan dapat mempraktikan kelak setelah pulang ke tanah air. Bahkan bisa dengan skala yang lebih besar. Selain mendapat penghasilan dari penjualan, ikan dan sayuran juga bisa dikonsumsi sendiri, dan baik untuk kesehatan karena tidak mengandung pupuk kimia,” tutur Santy. [Etty]