NEWS

ABK Filipina yang Mengamuk di Kapal dan Sebabkan Dua Orang Tewas Tertangkap

Akhirnya pekerja Filipina yang berprofesi sebagai anak buah kapal (ABK) yang mengamuk di kapal hingga menewaskan dua oramg pekerja Filipina telah ditangkap aparat kepolisian. Pencokokan tersebut terjadi sepuluh hari setelah peristiwa berdarah terjadi, tepatnya pada Sabtu (2/3/19). Hal ini diumumkan oleh pihak Administrasi Penjaga Pantai (CGA) Taiwan.
 

Tersangka, seorang ABK asal Filipina, diduga menggunakan pisau untuk menyerang dua anggota kru kapal yang juga berasal dari Filipina di atas kapal Wen Peng (穩 鵬 號), sebuah kapal penangkap ikan yang terdaftar di Kotapraja Donggang, Kabupaten Pingdong pada tanggal 20 Februari lalu. Dua korban pria asal Filipina itu meninggal karena luka-luka yang dideritanya. Tak hanya itu, insiden tragis ini juga mengakibatkan beberapa ABK dan pekerja migran asing lainnya terluka.

Setelah tertangkap, untuk sementara tersangka ditahan pada sebuah kapal penangkap ikan di dekatnya, agen khusus dari otoritas pemerintah Taiwan telah membawanya ke ruang tahanan khusus di dalam kapal Hsun Hu No. 8 untuk perjalanan kembali ke Taiwan. Tersangka akan dipindahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Pingtung untuk penyelidikan dalam 13 hari ke depan, ungkap pihak CGA Taiwan.

Seperti yang telah dipublikasikan di TIMedia sebelumnya, peristiwa nahas tersebut terjadi pada pukul 3 pagi pada tanggal 20 Februari lalu, sebuah perkelahian terjadi antar ABK asal Filipina ketika mereka tengah melaut. Ketika kapten kapal berupaya menghentikan pertengkaran yang telah memuncak mereka menemukan 2 orang ABK terluka dan kemudian dikabarkan meninggal dunia, menurut Badan Perikanan (FA) Taiwan.

Beberapa anggota kru kapal kemudian dilaporkan melompat ke laut untuk melarikan diri dari penyerangan tersangka yang membabi buta. Alhasil sebanyak enam ABK migran asal Filipina dinyatakan masih hilang. Kapal tersebut memiliki 24 anggota kru kapal yang terdiri dari 10 pekerja migran asal Filipina, 11 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) dan tiga orang warga Taiwan.

Pada tanggal 22 Februari, anggota awak yang tersisa telah diselamatkan dari kapal nelayan tersebut. Sementara tersangka bertahan di kapal itu dan terlibat dalam perselisihan dengan pihak berwenang. Sabtu malam, pukul 10:06 agen khusus CGA Taiwan berhasil menaklukkan tersangka dan menangkapnya atas tuduhan pembunuhan dan perampokan. Pelaku kemudian ditahan di dek depan kapal Hung Fu 88 di bawah pengawasan agen khusus dan personel FA Taiwan.

Dua orang ABK yang terluka parah dalam kejadian ini dikabarkan telah tiba di Sri Lanka untuk perawatan medis pada hari Sabtu (02/03/19). Sementara mayat dua ABK asal Filipina sementara disimpan di freezer kapal nelayan Wen Peng, sebelum menjalani pemeriksaan menyeluruh di Taiwan.

Kapal Hsun Hu No. 8 diperkirakan akan kembali ke dermaga CGA di Kaohsiung dalam 13 hari ke depan, dan seluruh kasus akan diserahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Pingtung untuk penyelidikan lebih lanjut. [Etty