NEWS

Terkuak! Universitas Iptek Yu Da di Miaoli Terlibat Kasus Magang Ilegal Mahasiswa Filipina


Mahasiswa Filipina yang tertipu agensi kuliah sambil magang

Pasalnya, selain pulang membawa gelar akademis, juga mendapat penghasilan. Namun, di balik itu semuanya, tidak sedikit pihak-pihak yang dirugikan, karena faktor kurang informasi secara detail tentang beasiswa itu sendiri. Seperti pemberitaan yang viral baru-baru ini. Terkuak sebuah Universitas Iptek Yu Da di Miaoli merekrut siswa S1 Filipina untuk melanjutkan studi jenjang S2 lewat jasa agensi. Para siswa tersebut dipekerjakan dalam sebuah pabrik setelah dipaksa menandatangani perjanjian magang.

Salah satu mahasiswa bernama Raymark menuturkan ia tidak diinformasikan secara menyeluruh berapa total biaya kuliah ataupun deskripsi pekerjaan yang ada. Ia juga kaget jika pekerjaan yang harus dilakukan tergolong berbahaya dan tidak terkait dengan jurusan yang mereka pelajari. Ada siswa yang meminta bantuan dari pihak kampus malah dipaksa untuk mengisi aplikasi pengunduran diri dari universitas. Apabila mereka tidak mau menerima dan bersikap buruk, maka akan diberhentikan dan secara bersamaan harus membayar denda sebesar $US 1000 (setara $NT 32.000)

Di semester pertama Raymark masih diam saat disuruh belajar sambil bekerja. Namun, jam kerja yang berelebihan membuah fisiknya tidak kuat menahan. Selain itu ia juga kerap mendapat perlakukan tidak menyenangkan, seperti cacian dan bentakan dari pengawas. Terkait kenyataan ini, masih banyak rekan-rekannya yang memilih bungkam dan tidak mau terekspose. Namun Raymand yakin, Taiwan masih memegang kejujuran dan sifat disiplin, sehingga ia memberanikan diri untuk bersuara.

Para mahasiswa tersebut direkrut melalui jasa agensi Faith dan tidak diberitahu akan masalah magang sebelumnya. Setibanya di Taiwan, mereka dipaksa menandatangani perjanjian magang oleh perusahaan lainnya. Bila siswa menolak magang atau dipecat, biaya kuliah yang seharusnya dapat dicicil harus dilunaskan secara tuntas. Siswa juga dipaksa menandatangani perjanjian privasi.

Terkait masalah ini, Wakil Menteri Pendidikan Liu Meng-chi menyampaikan, pihaknya akan membentuk tim khusus untuk menolong siswa dalam proses transfer sekolah dan akan menginvestigasi setiap universitas untuk memastikan tidak terjadi tindakan ilegal lain. [Etty]