NEWS

Bekerja di Singapura, 13 Tahun Uun Kunaesih Tak Ada kabar

Beragam permasalahan dialami pekerja migran Indonesia (PMI) di perantauan, mulai dari gaji hingga hilang komunikasi. Seperti yang dialami keluarga Sumarwi (59), warga Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Diusianya yang  senja ia selalu menanti kabar putri sulungnya, Uun Kunaesih (37). Kepergian Uun sebagai pahlawan devisa ke Singapura tak ada kabar juga berita. Lebih dari 13 tahun Suwarmi menanti tiada pasti.

"Sedih sekali, saya sering menangis dan menjerit sendiri kalau ingat anak saya bagaimana keadaannya. Sudah 13 tahun lebih bekerja di Singapura. Tapi enggak ada kabar sama sekali sampai sekarang," ucap Sumarwi, saat diwawancarai Media pada Rabu (6/3/19).

Keberadaan Uun tidak dapat diketahui sejak ia tiba di Singapura. Keluarga berharap pemerintah melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bisa membantu menemukan keberadaan Uun Kunaesih.

Sang ibu menceritakan putri sulungnya berangkat menjadi PMI ke Negeri Singa pada tahun  2006 silam melalui sponsor dengan tawaran pekerjaan sebagai asisten rumah tangga. Kepergian Uun bekerja guna membantu kebutuhan ekonomi keluarga di kampung dan bercita-cita memiliki rumah sendiri. 

Namun nasib berkata lain. Sang bunda menanti dan selalu berharap ada kabar tentang keberadaan putrinya. Sementara itu kerabat Uun, Muhammad Toha, mengatakan pihak keluarga sudah berupaya menghubungi Uun berkali-kali. Namun nihil, selain itu juga telah menghubungi sponsor yang memberangkatkannya, dan ke kantor BNP2TKI untuk meminta informasi. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk lapor polisi, tetapi pihak aparat menyarankan untuk melapor pada pihak imigrasi. [Etty]