NEWS

SUPER BMI - Mila, TKI Asal Lampung Merambah Dunia Designer

Mila, TKI Asal Lampung Merambah Dunia Designer

SUPER BMI|TIMedia

Mila Widya Sari, BMI asal Lampung

 

Super BMI kita kali ini mengupas tentang Mila Widya Sari. Seorang  Buruh Migran Indonesia (BMI) yang selain sebagai  aktivis, beliau juga mengembangkan passionnya sebagai designer dan modeling. Wanita yang lahir di Lampung Selatan ini telah memiliki rumah butik yang diberi nama “Mila Boutique”. Penasaran siapa beliau? Yuk simak wawancara berikut ini! …

TIMedia: Hallo Mba Mila, apa kabar?

Mila       : Hai juga Majalah TIM, alhamdulilah kabar baik.

TIMedia: Kalo boleh tahu Mba Mila berasal dari mana? Berapa lama di Taiwan? Dan bekerja sebagai apa?

Mila       : Saya bekerja di Taiwan hampir 12 tahun, sekarang bekerja di daerah Xinhai, Taipei City, sebagai  karyawan sebuah pabrik.

TIMedia: Ngomong-ngomong nih, selain sebagai BMI Anda juga menekuni dunia designer dan telah membuka usaha di rumah. Boleh cerita tentang dunia yang tengah Anda geluti sekarang!

Mila       : Saya mulai terjun sebagai desainer pada tahun 2011, awalnya saya hanya membuat baju, tetapi kini mulai merambah ke cover spoon INOAC. Alasan  saya kenapa  mencintai dunia desainer: karena sejak kecil saya menyukai dunia fashion, ini terbukti setiap ada acara sekolah saya selalu ingin tampil di atas pentas.

TIMedia: Bagaimana awal Anda merintis karier sebagai seorang desainer di tengah profesi Anda sebagai BMI?

Mila       : Awalnya setiap ada acara saya mengenakan baju yang saya rancang sendiri yang dijahit oleh keluarga di rumah. Seiring waktu, teman-teman banyak yang bertanya dan tertarik dengan baju yang saya kenakan. Kemudian saya cerita, jika baju tersebut adalah rancangan saya sendiri yang jahit oleh ibu di rumah, sehingga teman-teman kemudian banyak yang memesan.  Alhamdulilah kini saya telah memiliki sebuah butik yang diberi nama “Mila Boutique” butik ini  memasarkan pakaian di rumah dan di Taiwan.

TIMedia: Selain bekerja dan menekuni hobi, Anda juga aktif di organisasi untuk membantu rekan-rekan BMI yang membutuhkan. Apa yang mendasari Anda terjun sebagai aktivis organisasi?

Mila     : Pertama karena rasa solidaritas sesama BMI, selain itu kebetulan saya suka ikut kegiatan organisasi. Dan ternyata KDEI juga membutuhkan tenaga untuk membantu menangani permasalahan yang dihadapi oleh rekan-rekan BMI. Jadi bergabunglah saya sebagai Satgas KDEI.

TIMedia: Sebagai BMI dan juga aktivis, apa tanggapan Anda dengan kebijakan Zero Cost untuk Pemberangkatan BMI ke Taiwan?

Mila      : Saya sangat mengapresiasi sekali kebijakan BNP2TKI dengan program Zero Cost. Melalui kebijakan tersebut,  diharapkan dapat mengurangi jumlah hutang BMI kepada  bank saat melakukan proses pemberangkatan bekerja ke Taiwan, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan para BMI.

TIMedia: Apa rencana Anda setelah pulang ke tanah air?

Mila       : Rencana saya ingin lebih serius menekuni bisnis dengan membuka cabang butik dan membuka rumah makan.

TIMedia: Apa pesan-pesan Anda kepada rekan-rekan yang berada di Taiwan?

Mila   : Jangan mudah mengeluh dan menyerah dengan pekerjaan yang kita dapati sekarang. Bukankah sudah kita tandatangani kontrak sebelum datang ke Taiwan? Pergunakan waktu liburmu dengan mengikuti kegiatan positif dan belajar ilmu yang bisa kita terapkan kelak setelah pulang ke tanah air.

TIMers, Mengeluh tidak akan membuat pekerjaan terasa ringan, tetapi kesabaran  akan membuat kita ikhlas untuk menjalaninya.

“Be Smart Be TIMers”