NEWS

Perjuangan Yati Bertahan Hidup, Melawan Kanker Stadium Akhir


Agen Huang saat menyerahkan donasi yang terkumpulkan (Foto dari Apple Daily)

Kisah haru dialami Tenaga Kerja wanita (TKW) yang berjuang melawan ganasnya kanker paru andenokarsinoma stadium akhir. Yati (39), seorang pekerja Indonesia yang telah bekerja selama 5 tahun di Taiwan. Majikannya, Guo Guanyang adalah seorang profesor di Central Police. Yati bekerja menjaga orang tua Prof.Guo. Keluarga majikan telah menganggap Yati seperti kerabat mereka sendiri dan memperlakukannya dengan sangat baik. Bahkan, sering diajak jalan-jalan. 

Pada bulan Januari lalu, Yati mengalami kesakitan yang luar biasa pada punggung dan pinggang. Oleh majikan, Yati segera melarikannya ke rumah sakit. Saat itu, pihak rumah sakit mengatakan bahwa ia baik-baik saja.Namun, setelah pulang ke rumah rasa sakit justru bertambah parah. Dibantu agen Huang, kembali Yati dibawa ke rumah sakit. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Yati didiagnosa mengidap kanker paru andenokarsinoma stadium akhir. Mengetahui umurnya tak lagi lama, Yati memeluk Keluarga Guo dan mereka menangis sejadi-jadinya.

Pada awalnya, Yati telah putus asa dan memaksa agensi untuk dipulangkan ke Indonesia. Ia berkata; “Aku tak ingin mati di Taiwan. Aku hanya ingin cepat pulang ke Indonesia untuk menghabiskan waktu bersama anakku.” Namun, Prof.Guo dan Agen Huang tak henti membujuk dan menyemangati Yati untuk menjalani proses penyembuhan di Taiwan.

Agen Huang dan keluarga Guo juga selalu bergantian menjaga Yati di rumah sakit. Mereka juga mengundang kakak perempuan Yati untuk datang ke Taiwan dan ikut menjaga agar Yati memiliki semangat untuk sembuh dan pulang ke Indonesia setelah kondisinya stabil.

Keluarga Guo juga menghubungi Departemen Imigrasi dan Badan Amal Tzu Ci untuk membantu Yati. Mereka telah menyiapkan sebuah rumah sakit di Indonesia jika Yati pulang ke Indonesia. Mereka bahkan akan membiayai biaya kuliah anak Yati sebagai bentuk terima kasih atas kontribusi yang ia berikan selama 5 tahun merawat orang tuanya.

Agen Huang mengumpulkan bantuan dana sebesar 70.500 NT untuk biaya berobat Yati. Huang Yujie, Ketua National Federation of Employment Service Association juga turut ambil bagian dalam penggalangan dana bantuan untuk Yati. Dalam dua jam, mereka berhasil mengumpulkan 60.000 NT. Kebaikan Prof Gua, agen Huang, dan empati masyarakat membuat Yati tidak dapat berkata apa-apa. Ia terharu dan menangis, dan terus memupuk semangatnya untuk segera sembuh dan dapat berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. [Etty]