NEWS

Imigrasi Taiwan Deportasi 268 Pekerja Ilegal Agar Dapat Mengikuti Perayaan Idul Fitri

Foto diambil dari CNA

Badan Imigrasi Nasional (NIA) mendeportasi sebanyak 268 orang pekerja migran ilegal untuk dipulangkan ke negara asal masing-masing. Pemulangan tersebut merupakan jumlah tertinggi sejak diberlakukannya amnesti kepulangan sejak bulan April hingga 30 Juni mendatang. Pihak badan imigrasi mempercepat kepulangan mereka agar dapat mengikuti Festival Dragon Boat atau Hari Idul Fitri bagi yang merayakannya.

Sebelum dipulangkan, pekerja migran ilegal tersebut menjalani penahanan di detention center di Kota Taipei. Pekerja yang berasal dari Indonesia, Filipina, Nigeria, Bangladesh, dan Malaysia tersebut juga mendapat pemberian bakcang dari pihak imigrasi. Sebuah kue beras tradisional yang dibungkus dengan daun bambu. Dimana kemunculannya bersamaan dengan diadakannya Festival perahu naga.

Pemerintah Taiwan saat ini tengah gencar melakukan pemutihan pekerja migran ilegal yang jumlahnya berkisar 90.000 orang. Selama periode amnesti, para pekerja migran ilegal yang meyerahkan diri hanya dikenakan denda NT$ 2000 (US$ 63,75). Selain itu juga mendapatkan hak keistimewaan bebas visa tanpa ada batasan kembali masuk ke Taiwan.

Namun, setelah amnesti berakhir pada 30 Juni mendatang, badan imigrasi nasional kembali memberlakukan denda NT$ 10.000 bagi pekerja migran yang menyerahkan diri dan mendapat larangan untuk kembali bekerja di Taiwan. Namun, untuk kaburan yang memiliki catatan kriminal, mereka hanya bisa kembali setelah 10 tahun masa deportasi.  [Etty]