NEWS

Setelah Terlantar di Pelabuhan Qatar, 7 ABK Kembali ke Tanah Air

Para ABK setelah tiba di tanah air

Kementerian Ketenagakerjaan melalui Atase Ketenagakerjaan KBRI Doha, Qatar, memfasilitasi kepulangan tujuh anak buah kapal (ABK) Markabi Phil ke tanah air. Mereka berhasil dipulangkan setelah sebelumnya sempat telantar di Pelabuhan Ras Laffan Port Doha Qatar. Kapal berbendera Belize tersebut dioperasikan Perusahaan Trelco Marine Service.

Menurut keterangan Direktur dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri, Eva Tristianan mengatakan terbukanya kasus ini berawal dari pengaduan seorang WNI yang merupakan kapten di kapal tersebut. Para Anak Buah Kapal (ABK) termasuk kapten tidak mendapatkan gaji sejak Oktober 2018. Selain itu, mereka juga tidak mendapatkan pasokan bahan makanan dan minum.

"Kasus ini terjadi karena salah satu kapal Trelco Marine Service tertangkap petugas karena terlibat pembelian BBM ilegal yang menyeret manajemen Trelco Marine dan memburuknya manajemen perusahaan sehingga mengakibatkan penelantaran kapal yang beroperasi dibawah manajemen Trelco Marine Service," tutur Direktur Eva.

KBRI melalui Atase Ketenagakerjaan bertindak cepat dan tanggap dalam merespon permasalahan tersebut. Mereka segera menemui para ABK memberikan bahan logistik yang dibutuhkan. Setelah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, para ABK yang selama ini terlantar di pelabuhan segera dipulangkan ke tanah air.

Direktur Eva memberikan apresiasi kepada Atase Ketenagakerjaan KBRI Doha yang telah bertindak cepat dalam merespon penanganan kasus ini. Untuk meningkatkan pelindungan dan keamanan bagi ABK, pemerintah tengah menyusun Rancangan Pemerintah tentang Perlindungan Awak Kapal Niaga dan Awak Kapal Perikanan yang ditargetkan paling lama sebelum akhir tahun 2019 ini sudah selesai. [etty]