NEWS

Teras Aula TMS-One Forty: Sarana Pendidikan dan Kegembiraan!


Siswa One-Forty belajar membuat topi ulang tahun

Teras Aula TMS-One Forty: Sarana Pendidikan dan Kegembiraan!

Hari libur merupakan waktu yang paling dinanti oleh pekerja migran di Taiwan. Pada moment ini mereka dapat bertemu dan berkumpul dengan sahabat dan kerabat yang berasal dari kampung halaman untuk melepas penat melakukan pekerjaan sehari-hari. Namun, tidak sedikit bagi mereka yang mengisi liburan dengan mengikuti kelas-kelas keterampilan guna  menunjang keahlian, sehingga dan kelak berguna  setelah pulang ke tanah air. Salah satunya dengan  mengikuti kelas One-Fotry.

One-Forty merupakan lembaga non profit yang menyediakan kelas-kelas pelatihan bagi pekerja migran di Taiwan, seperti kelas Menulis Mandarin, Kelas Komputer, dan Kelas Bisnis. Para siswa dibimbing oleh guru-guru berpengalaman yang sedikit banyak juga memahami bahasa Indonesia.

Selain mengadakan kelas rutin, setiap bulannya  mereka juga mengadakan  acara  “Beranda Station One-Forty TMS”. Acara tersebut diadakan di aula Taipei Main Station yang merupakan tempat sangat populer bagi pekerja migran Indonesia  di Taiwan.  Bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-empat  One-Forty  yang jatuh pada bulan Juli lalu, guru-guru  One-Forty mengadakan Teras One-Forty dengan tema ulang tahun.

Acara diisi dengan membuat topi ulang tahun bersama, menyanyikan lagu selamat ulang tahun versi Indonesia oleh penduduk lokal, potong kue, dan bergembira bersama. Dengan  kebersamaan acara yang dihadiri penduduk lokal serta pekerja migran Indonesia berlangsung hangat dan penuh rasa kekeluargaan.

Adanya One-Forty memberi banyak kemajuan bagi para pekerja migran Indonesia, meskipun bagi mereka yang tidak mendapatkan jatah libur. Melalui akun YouTobe Sekolah One-Forty membagikan pembelajaran secara online.  Saat ini One-Forty juga tengah menjalankan program “Book & Host” dan “Lomba Fotography One-Forty”

Menurut Jessica, salah satu guru One-Forty mengatakan, dengan adanya kelas bimbingan di One-Forty berharap rekan-rekan pekerja Indonesia dapat membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman semasa bekerja Taiwan. Sehingga ilmu tersebut bisa dipraktikan setelah pulang ke Indonesia,” tutur Jessica.

[Etty]