NEWS

Kiat Sukses Purna PMI Hongkong : Perhitungkan Saat Belanjakan Penghasilan


Darwinah saat menjadi pembicara program BNI di Korea Selatan

Kiat Sukses Purna PMI Hongkong : Perhitungkan Saat Belanjakan Penghasilan

Menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) bukanlah impian, tetapi sebuah jalan  keluar dari masalah ekonomi agar menjadi lebih baik. Tidak sedikit purna PMI yang sukses setelah pulang ke kampung halaman dan dapat menciptakan lapangan kerja, sehingga mengurangi jumlah angka penganggurandi Indonesia. Darwinah, purna pahlawan devisa dari Negeri Beton salah satunya. Berbekal pengalaman menjadi PMI pada tahun 2004-2008 silam, kini ia menjadi motivator bisnis bagi pekerja migran lainnya. Minggu (4/8/19) wanita tersebut membagikan kiat-kiat sukses kepada pekerja migran di Korea.

Darwinah kini menjadi entrepreneur yang menggeluti bisnis berbagai makanan khas Indramayu, mulai dari keripik usus, keripik mangga, dan jus mangga. Bersama rekannya sesama mantan pekerja migran bernama Nurchaeti, Darwinah merintis usaha hingga kini berbuah kesuksesan. Kini, mereka berdua menebar virus usaha  kepada para pekerja migran Indonesia lainnya agar setelah kembali ke kampung halaman dapat membuka usaha, sehingga tidak pergi merantau lagi.

Sebanyak 350 PMI menghadiri Sesi Edukasi yang digelar di Gimhae, Korea Selatan, yang salah satu pembicaranya Darwinah. Sedangkan, sekitar 300 PMI yang menghadiri sesi peluang membuka usaha yang digelar di Singapura dengan salah satu pembicaranya Nurchaeti. Tidak hanya didapuk menjadi pembicara di Korea Selatan, Darwinah juga kerap meluangkan waktu untuk berbagi ilmu, antara lain menjadi pendamping kewirausahaan pada program Indonesia Business Link (IBL) di Indramayu, serta menjadi mentor kewirausahaan pada program capacity building yang diinisiasi Bank Indonesia dan Kementerian Ketenagakerjaan.

Semenjak tahun 2016 hingga saat ini Darwinah juga aktif sebagai pengajar sekaligus koordinator kegiatan kewirausahaan di Rumah Edukasi PMI yang didirikan oleh BNI di bawah naungan Program KAMI Bersama BNI di Indramayu.

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan Sondang Martha Samosir menyatakan pentingnya pembukaan rekening Indonesia bagi pekerja migran yang sedang bekerja di luar negeri untuk membantu pengelolaan keuangan mereka. Mengingat banyaknya pekerja migran yang ketika kembali ke Indonesia kehabisan uang.

"Karena uang hasil kerja mereka tidak dikelola dengan baik oleh PMI sendiri atau oleh keluarga yang dipercayakan dengan uang itu, uangnya malah habis setelah tiba di tanah air. Hal tersebut dikarenakan banyaknya rekening PMI yang menggunakan nama keluarga sehingga digunakan oleh keluarga PMI untuk hal yang tidak seharusnya," ujar Sondang, Minggu (4/8/2019).

Pernyataan senada juga dilontarkan oleh Darwinah dan Nurchaeti saat menjadi pembicara.  Menabung dan menyisihkan sebagian pendapatan saat masih bekerja di luar negeri itu wajib.  Jangan sampai uang penghasilan dihabiskan untuk hal-hal konsumtif, sehingga ketika finish kontrak habis pula pendapatan.

[Etty]