NEWS

KDEI Taipei Ajak PMI Belajar Sistem Pertanian Modern Taiwan di Daerah Beitou

Foto bersama di lahan pertanian

Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei bekerja sama  dengan Dengshan Farm, Taipei City mengadakan pelatihan pertanian organik pada hari Minggu (8/9/19). Acara ini diikuti tujuh belas peserta yang mayoritas berprofesi sebagai pekerja migran Indonesia (PMI). Teriknya matahari tidak menyurutkan semangat peserta untuk belajar bercocok tanam modern dengan sistem organik dari pemilik lahan di daerah Beitou.

Mobil yang membawa rombongan peserta tiba di lokasi pertanian pada pukul 10.50 waktu setempat. Sebelum menuju lahan pertanian, peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan dari panitia yang disampaikan oleh Farid Ma’ruf selaku bagian Analisis Bidang Ketenagakerjaan Indonesia di Taiwan. Tour pertanian organik ini merupakan salah satu exit program yang diadakan KDEI Taipei, sebuah program pembekalan keterampilan PMI di Taiwan yang kelak  dapat dimanfaatkan setelah pulang ke tanah air.

“Acara ini bukan sekedar pelesiran, tetapi sarana edukasi untuk rekan-rekan PMI, pengenalan tentang pertanian Taiwan agar menambah keterampilan dan wawasan untuk membuka usaha setelah pulang ke Indonesia”  tutur Farid Ma’ruf.

Setelah pembekalan, peserta diajak ke lahan pertanian guna praktik langsung cara mengolah lahan dan melakukan penanam bibit sayuran. Pemilik lahan pertanian Lu Min-Hui, menjelaskan sebelum melakukan penanaman, lahan terlebih dahulu digemburkan agar tanaman dapat tumbuh subur dan menghasilkan.  

“Pastikan kepala akar tanaman tertutup tanah dengan baik  saat menanam agar dapat menyerap air. Sehingga tanaman dapat tumbuh subur dan siap dipanen tepat waktu,” tutur Lu Min-Hui.

Setelah makan siang para peserta diajarkan bagaimana melakukan penyemaian bibit sayuran sekaligus perawatannya. Serta bagaimana cara mengatasi hama yang menyerang tanaman. Selain itu, Hui juga menjelaskan beberapa sayuran yang cocok ditanam di Indonesia. Seperti timun, sawi, selada, okra dan beberapa sayuran yang sesuai dengan suhu tropis di Indonesia.

“Pada dasarnya sayuran yang akan ditanam harus disesuaikan terlebih dahulu dengan suhu dan jenis lahan yang akan ditanami, agar tumbuh subur dan menghasilkan” ungkap Lu Min-Hui di sela-sela penjelasan.

Pemanenan tepat waktu dan jenis tanaman merupakan faktor pendorong mendapatkan penghasilan. Tanam sayuran yang kecil, tetapi memiliki berat. Sehingga saat dijual menguntungkan. Jangan menanam sayuran yang besar dan banyak, tetapi tidak memiliki harga jual di pasaran. Acara ditutup dengan pembagian sertifikat yang diberikan langsung oleh panitia penyelenggara pelatihan KDEI Taipei, sesi foto bersama dengan panitia, seluruh peserta dan pemilik lahan. [Etty]