NEWS

WNI Korban Robohnya Jembatan Nanfang’ao 6 Hari Koma

WNI Korban Robohnya Jembatan Nanfang’ao 6 Hari Koma 

Peristiwa robohnya jembatan Nanfang’ao, Yilan menyisakan duka mendalam bagi pekerja asing berprofesi sebagai anak buah kapal (ABK). Salah satu korban pekerja migran Indonesia bernama  Winanto (29), warga Dukuh Seturi, RT07/RW.08, Kelurahan Karangasem Utara, Kecamatan/Kabupaten Batang ini siuman, setelah mengalami koma enam hari di RS Saint Marry’s daerah  Luodong, Yilan, Taiwan, sejak 1 Oktober yang lalu.

Meskipun belum dapat bicara, Winanto sudah dapat memberikan respons anggota tubuh, saat sang ibu di rumah  memberikan dukungan melalui sambungan video call.  Sang ibu berpesan agar putranya tersebut tegar dan kembali sehat seperti semula.

Seperti kita ketahui, jembatan Lintas Laut Nanfang Ao di Su'ao, Yilan roboh pada hari  Selasa (01/10/19) sekitar pukul 9:30 waktu setempat yang mengakibatkan 3 perahu tertimpa reruntuhan. Winanto salah satu korban yang selamat, tetapi  mengalami luka cidera cukup serius di bagian kepala.

Megetahui adiknya tertimpa musibah, kakak Winanto  yang bernama Eko Pranyoto akan datang ke Taiwan untuk menjenguk dan menyemangi adiknya agar tegar dan segera sembuh. Segala pengurusan passport dan dokument lainnya di bantu pihak Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei. Departemen Tenaga Kerja Taiwan berusaha mendatangkan keluarga dari seluruh korban. Sejak mengetahui adiknya tertimpa musibah, Eko selalu berkomunikasi dengan Yayan, rekan sekerja adiknya yang menunggui di rumah sakit.

Upaya Pemerintah Taiwan

Terkait ganti rugi yang diberikan pemerintah, Taiwan akan memberikan kompensasi  kepada seluruh korban robohnya jembatan Nanfang ‘ao. Menurut  Lin Chien-ming (林健明), kepala sekretaris TIPC, mengatakan keluarga dari masing-masing ABK migran yang telah meninggal diperkirakan akan menerima NTD 5 juta sebagai kompensasi, sementara 10 yang terluka akan  menerima antara NTD 10.000 hingga NTD 36.000.

Pihak berwenang telah menemukan jenazah lima ABK migran, tiga orang Indonesia dan dua orang Filipina. Para korban diidentifikasi sebagai Wartono (29), Ersona (32), Mohammad Domiri (28), ketiganya dari Indonesia, sedangkan dari Filipina, Andree Serencio (44) dan George Impang (46). Sedangkan yang belum diketemukan adalah ABK Filipina, Romulo Escalicas (29).

(Etty)