NEWS

Belajar Membuat Cenchu Naicha, Bekal Usaha di Indonesia

Belajar Membuat Cenchu Naicha, Bekal Usaha di Indonesia

Bubble tea merupaka minuman populer yang banyak dinikmati semua kalangan saat ini, baik di kalangan dewasa dan anak-anak. Minuman ini tidak hanya diganderungi di negara asal-Taiwan, tetapi di negara Korea, Jepang, hingga Indonesia. Dengan pangsa pasar yang luas, Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei bekerja sama Caffe Yang Dining Academy menyelenggarakan Pelatihan Membuat Cenchu Naicha, yang digelar pada Minggu (03/11/19). Pada pelatihan tersebut, Mr. Yang selaku pemilik caffe mengajarkan, bagaimana membuat sekaligus meracik berbagai macam minuman yang kini tengah booming di pasaran.

Sesi pertama dilakukan pada pagi hingga siang, peserta diajari bagaimana merebus Cenchu mulai dari ukuran kecil dan besar. Untuk ukuran besar, cenchu dimasak selama 30 menit, setelah mendidih ditutup, kemudian didiamkan selama 35 menit, agar cenchu masak dengan sempurna. Sedangkan cenchu ukuran kecil dimasak selama 7 menit, setelah itu juga didiamkan selama tujuh menit. Selama dilakukan pengendapan, kuali untuk memasak cenchu harus tetap tertutup rapat, jangan sampai terbuka hingga waktunya.

 

Selain belajar bagaimana membuat Cenchu Naicha, Yang juga mengajarkan bagaimana membuat berbagai teh dan beraneka minuman segar. Memadukan aroma teh pilihan yang digemari pembeli, seperti wulong cha, green tea, dan peach tea.   Namun, Yang menjelaskan,  di setiap tempat akan berbeda selera yang dimiliki para pembeli, sehingga kelak setelah pulang ke Indonesia, hal yang harus diperhatikan adalah melihat pangsa pasar, memahami peracikan dan menjaga kebersihan area tempat berjualan.

“Satu rumus menyeduh teh yang harus diperhatikan. Setelah rebusan teh mendidih, buka tutup panci sejenak, agar uap rebusan keluar. Lalu tutup lagi dan biarkan lima menit. Ini akan membuat aroma teh  menguar dan rasa semakin kental, tutur Yang.

Pelatihan ini merupakan bagian exit program besutan KDEI yang bertujuan untuk memberikan keterampilan yang kelak dapat dikembangkan setelah pulang ke kampung halaman. Untuk itu, diharapkan para peserta dapat menyerapkan ilmu yang diajarkan dengan sungguh-sungguh, agar dapat  mempraktikan saat membuka usaha dikemudian hari.  Peserta sangat antusias menyimak setiap pelajaran yang diberikan pengajar. Setelah dilakukan pengajaran, peserta dipilih tiga orang untuk praktik bagaimana meracik Cenchu Naicha dan minuman lainnya.

“Saya sangat senang sekali mengikuti kegiatan ini, sebagai tambahan ilmu dan pengetahuan untuk pulang di Indonesia. Selain itu, juga bertemu teman baru  yang memotivasi, karena memiliki keinginan untuk maju dan memanfaatkan hari libur untuk memgikuti kegiatan yang bermanfaat ,” tutur Lestari, salah satu peserta pelatihan.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dengan seluruh peserta, KDEI dan pengajar. Lalu berlanjut dengan  pembagian sertifikat secara simbolis yang diserahkan langsung oleh Kepala Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei,  Purwanti Uta Djara.

(Etty)