NEWS

Terjatuh dari Lantai 11, Syafruddin Berjuang Melawan Maut

Terjatuh dari Lantai 11, Syafruddin Berjuang Melawan Maut

Pria kelahiran 1992 ini  mengalami patah tulang bahu kanan, patah 4 tulang rusuk kanan belakang yang menyebabkan pergeseran tulang yang menekan paru-paru, sehingga mengalami luka. Patah tulang paha kiri dan patah tulang pantat kanan, serta menderita penggumpalan darah di bagian kepala. Korban saat ini  menjalani perawatan intensif di  Unit Gawat Darurat (UGD)  lantai 3,  kasur no 8, Landseed Hospital Taoyuan.

Syaruddin datang ke Taiwan menggunakan visa turis dan telah bekerja sekitar 2 tahun. Ia berusaha melarikan diri dari penggerebekan aparat karena belum mampu mewujudkan cita-cita untuk membahagiakan keluarga kecil yang ia tinggalkan di kampung halaman. Ia berharap dapat tinggal di Taiwan dan bekerja mencari rezeki.

“Saya belum bangunin rumah untuk keluarga, dan anak saya juga masih memerlukan biaya sekolah,” tuturnya kepada teman sejawat sesama kaburan, sebelum peristiwa naas terjadi.  

Atas luka serius yang diderita, dokter menyarankan untuk cabut selang perawatan yang dipasang di tubuh korban. Karena sangat mustahil dilakukan penanganan lebih lanjut, jika pasien tidak sadar sama sekali. Mengetahui kondisi Syafruddin yang demikian, pihak keluarga hanya bisa pasrah dan mengikhlaskan jika dokter harus mencabut selang perawatan, yang ini berarti kemungkinan untuk hidup bagi korban sangat sedikit.

Berbagai dukungan dan empati hadir dari pekerja migran Indonesia dan keluarga di rumah untuk  menggalang dana untuk membantu meringankan biaya rumah sakit yang tidak tercover asuransi kesehatan, terkait status korban sebagai PMI ilegal. Setelah beberapa hari koma, Syafruddin akhirnya sudah bisa membuka matanya.

(Etty)