NEWS

Gaji Tak Sesuai Janji, PMI Depresi dan Mencoba Bunuh Diri

Gaji Tak Sesuai Janji, PMI Depresi dan Mencoba Bunuh Diri

Depresi karena menjadi korban perdagangan manusia dan menjadi tenaga kerja ilegal, Sugianto (29) nekat melakukan percobaan bunuh diri. Warga desa Mekar Jaya, Kec. Lubai, Kab. Muara Enim, Sumatera Selatan ini mengalami depresi dan malu kepada teman-temannya karena mendapat gaji yang tidak sesuai, setelah jauh merantau ke Malaysia. Korban berniat mengakhiri hidupnya dengan meloncat dari salah satu fly over di Kuala Lumpur.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumsel, Koimudin, mengatakan kasus yang dialami Sugianto ini awalnya diketahui dari kalangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Negeri Jiran.

"Karena malu dengan keluarga dan tekanan dari pekerjaan, korban kabur dari perkebunan tempatnya bekerja dan mencoba bunuh diri dengan loncat dari salah satu fly over yang ada di Kuala Lumpur," tutur Koimudin.

Upaya bunuh diri tersebut berhasil digagalkan setelah diselamatkan oleh warga setempat dan Sugianto pun dibawa ke salah satu rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan psikis. Sugianto merupakan korban perdagangan manusia (human trafficking) yang diiming-iming gaji besar untuk bekerja di Malaysia.

Menurut penuturan Sugianto, dia masuk dari jalur Batam dan bekerja di salah satu perusahaan perkebunan karet di Kelantan. Sugianto bekerja sebagai buruh penyadap karet dengan upah sekitar 400 ringgit atau jika dirupiahkan hanya sekitar Rp1,2 juta. Awalnya, teman yang mengajaknya mengiming-iming gaji besar. Namun, sesampainya di sana, korban digaji dibawah standar dan bekerja cukup berat. Sehingga ia stres dan kabur dari mess perkebunan ke Kuala Lumpur.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, korban dipulangkn ke kampung halaman dan menjalani perawatan pemulihan mental di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ernaldi Bahar.

Koimudin, selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumsel, menghimbau kepada masyarakat khususnya di Sumatra Selatan yang ingin bekerja di luar negeri agar  berangkat melalui jalur resmi, melalui badan penyalur tenaga kerja yang resmi dan terdaftar, sehingga keselamatan mereka terjamin.

[Etty]