NEWS

Lagi, Tindak Kekerasan Dialami TKI di Timur Tengah

Lagi, Tindak Kekerasan Dialami TKI di Timur Tengah

Kisah pilu dan kekerasan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Timur Tengah kembali terjadi. Kali ini korbannya berinisial MJ, warga Desa Tanara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Korban menerima pukulan dari anak majikan dan mengalami luka serius pada bagian kepala.

“Dipukul menggunakan batu. Kami sedang ungkap kronologisnya seperti apa permasalahannya,” kata Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Provinsi Banten Maftuh Hafi.

Menurut Maftuh, hingga saat ini pihaknya sudah menerima ratusan laporan kekerasan dan penjualan manusia ke Timur Tengah. Anehnya, menurut dia, agen gelap di Kabupaten Serang kian merajalela. Perekrutan TKI melalui agen-agen tersebut terbilang instan. Calon TKI hanya memerlukan waktu 7 hari untuk bisa berangkat ke Timur Tengah. Diduga ada permainan oknum di imigrasi yang membuatkan paspor untuk para korban.

Menurut penelusuran SBMI Banten, calon TKI diminta uang sebesar Rp3 juta hingga Rp 5 juta. Oknum tersebut biasanya memanfaatkan waktu lengang pembuatan paspor seperti Jumat dan melalui oknum calo. Di tahun 2019 pihaknya menerima laporan sebanyak 327 TKI menjadi korban perdagangan manusia di luar negeri. Untuk 2020 per Januari jumlah laporan yang masuk sudah mencapai 100 laporan. 

SBMI Banten  meminta agar Gubernur Banten Wahidin Halim dan Bupati Serang peduli dengan warga Banten yang menjadi korban Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO). Sesuai janji kampanye mereka, saat pemilihan. “Jangan cuma tampil ketika mau mencalonkan diri, tapi harus turun ke bawah dan duduk bersama memecahkan masalah,” pungkasnya.

[Etty]