NEWS

Pencegahan Virus Corona, Satgas KDEI Berikan Penyuluhan pada ABK

Pencegahan Virus Corona, Satgas KDEI Berikan Penyuluhan pada ABK

Dunia saat ini digegerkan oleh mewabahnya Virus Corona. Berdasarkan data terkini sebanyak 170 orang penderita meninggal dunia (jumlah kemungkinan akan terus bertambah). Virus yang pertama kali terdeteksi pada pada Desember 2019 ini telah menyebar ke berbagai penjuru dunia,  temasuk Taiwan. Berdasarkan data terkahir jumlah pasien di Taiwan  yang terinveksi Virus Corona  sebanyak sepuluh orang.

Seperti diketahui jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan  berkisar 272.000 orang (Data DGBAS, 2018). Untuk itu, Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei melalui akun resmi media sosial memberikan informasi kepada seluruh PMI di Taiwan perihal perkembangan-perkembangan virus berbahaya ini. Selaku Satgas KDEI, Suma berinisiasi mengadakan penyuluhan kepada pekerja migran yang yang berprofesi sebagai Anak Buah Kapal (ABK). Penyuluhan dilaksanakan di Pelabuhan Pujikang Tamsui,  pada Selasa (28/01/20).

Dalam penyuluhan tersebut, Suma menyampaikan kepada rekan-rekan pekerja migran agar tidak panik  dan tetap waspada. Gunakan masker secara benar saat berada di tempat publik dan sering cuci tangan.  Saat mengalami gejala tidak enak badan, seperti batuk, demam, atau sulit bernafas dianjurkan agar segera mencari pertolongan ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. Selain itu, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, dapat segera menghubungi  Hotline Perlindungi WNI melalui +886 901132000.

Para ABK yang kesehariannya menghabiskan waktu berlayar memiliki sedikit informasi tentang penyebaran Virus Corona. Untuk itu, KDEI memberikan penyuluhan agar mereka dapat melakukan pencegahan melalui hidup sehat dengan berolahraga, mengkonsumsi gizi seimbang; perbanyak makan sayur dan buah, tidak mengkonsumsi daging yang tidak dimasak dan hati-hati melakukan kontak dengan hewan.

Acara yang diselenggrakan pukul 14.00-16.00 berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Selain memberikan penyuluhan tentang Virus Corona, Suma juga berpesan kepada mereka agar tidak terjerumus untuk memakai atau pun mengedarkan narkotika dan obat-obat terlarang (Narkoba) atau minuman keras (Miras).

Mereka sangat berterima kasih atas informasi yang diberikan, mengingat selama ini para ABK hanya mengetahui nama virus tersebut dari media sosial. Namun belum tahu bagaimana cara pencegahannya.

[Etty]