NEWS

PCIM Taiwan bagikan Masker Gratis

PCIM Taiwan Bagikan Masker Gratis

Kasus epidemi Corona Virus kian menggegerkan dunia, korban yang terinveksi dan meninggal dunia semakin hari kian bertambah. Jumlah korban yang terinveksi di Taiwan menjadi 17 orang. Seiring dengan semakin merebaknya kondisi Virus Corona, masyarakat di Taiwan dianjurkan untuk mengenakan masker saat berada di tempat umum. Sehingga mengakibatkan kebutuhan masker terus meningkat dan sulit didapatkan.

Sebagai aksi cepat tanggap, One Muhammadiyah One Respons  yang digalakkan, Lazismu Taiwan mengadakan “Pembagian Masker Gratis untuk PMI di Taiwan”. Pembagian dilakukan di seputar Taipei Main Stasion (TMS) untuk seluruh warga negara Indonesia di Taiwan. Pembagian masker gratis ini disambut baik oleh para pekerja migran Indonesia yang kesulitan mendapatkan masker, terlebih setelah pemerintah memberlakukan kebijakan membeli dengan harus menggunakan ARC ataupun kartu kesehatan dan harus mengantri berjam-jam.

Bahkan beberapa pekerja migran sengaja menyempatkan diri datang ke Taipei Main Stasion hanya untuk mendapatkan masker gratis. Karena letak tempat kerjanya yang jauh dari tempat pembelian.

“Kami sangat berterima kasih dan senang sekali dengan adanya pembagian masker secara gratis ini,  mengingat wabah Virus Corona yang semakin merebak dan menakutkan. Padahal kami sulit keluar untuk dapat membeli masker “ tutur Dwi Suwarni, pekerja yang merawat nenek di Xinbeito.

Ketua PCIA Taiwan, Yuniar Wardani menuturkan kegiatan pembagian masker secara gratis ini didasari sikap kepedulian terhadap sesama dan manifestasi dari semangat Al-maun. “Insya Allah kegiatan pembagian masker secara gratis ini masih terus berlanjut, saat ini sudah tersedia sekitar 20.000 masker yang masih dalam proses pegiriman. Semoga dapat segera dibagikan kepada WNI di Taiwan, segera,” tuturnya saat di temui disela-sela pembagian.

Senyum cerah dan kebahagiaan terpancar dari rekan-rekan pekerja yang mendapatkan masker secara gratis. Namun, beberapa dari mereka yang tidak mendapatkan hari libur dan tidak boleh keluar juga sangat bersedih. Karena tidak dapat memperoleh barang penting yang sangat dibutuhkan, tetapi sulit untuk didapatkan  saat ini.

[Etty]