NEWS

Kebijakan Baru: Penumpang yang Masuk ke Taiwan, Wajib Mengisi Form Kesehatan

Kebijakan Baru: Penumpang yang Masuk ke Taiwan, Wajib Mengisi Form Kesehatan

Semakin merebaknya Virus Corona yang kini resmi disebut COVID-19, dengan mewakili CO “Corona”, VI yang berarti “Virus”, D yang berarti “penyakit”, dimulai di Wuhan pada 2019 ini telah menyebar ke 28 negara di seluruh penjuru dunia dengan jumlah penderita yang terjangkit lebih dari 43.000 pasien.

Sejak Rabu (12/02/20) pemerintah Taiwan mewajibkan seluruh pendatang dari negara manapun yang masuk ke Taiwan harus mengisi formulir deklarasi kesehatan setelah mendarat di bandara.  Berdasarkan penjelasan Chuang Jen Hsiang selaku Direktur Deputi Umum CDC (Pusat Pengendalian Penyakit), kebijakan ini diberlakukan guna mencegah penyebaran COVID-19 agar tidak terus meningkat, seperti Hongkong, Singapura dan Thailand.

Turis harus mengisi "Formulir Deklarasi Kesehatan" tentang kondisi kesehatan mereka, termasuk gejala korona, dan apakah mereka telah pergi ke China, Hongkong, dan Makau sebelum masuk ke Taiwan. Bagi yang memalsukan informasi atau tidak mengisi deklarasi kesehatan dapat didenda hingga maksimal 150.000 NT (sekitar 65 juta rupiah).

Untuk mencegah antrian panjang saat pengisian dan penyerahan formulir, CDC akan membuat QR Code untuk memudahkan turis dengan mengisi secara online. Warga negara asing yang mengunjungi China, Hongkong, dan Makau selama 14 kedepan dilarang masuk ke Taiwan, kecuali telah memiliki ARC. Namun, mereka tetap harus berdiam diri di dalam rumah (karantina rumah) selama 14 hari.

Bagi pasien yang dalam periode karantina rumah akan dilacak melalui sinyal handphone masing-masing dari pemerintah. Mereka yang melanggar karantina akan menghadapi hukuman, termasuk isolasi medis atau denda mulai dari 10.000-300.000NT di bawah undang-undang pengendalian penyakit menular.

[Etty]