NEWS

Aula TMS Dibuka Kembali

Aula TMS Dibuka Kembali

Minggu, (07/06) Pemerintah Taiwan memberlakukan pelonggaran kehidupan normal, setelah 56 hari tidak ada penularan lokal, atau setara empat periode masa inkubasi Virus Corona (COVID-19). Selama konferensi pers harian pada hari Minggu sore, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan dan ketua CECC Chen Shih Chung mengumumkan pelonggaran diberlakukan untuk area transportasi dan publik, seperti sarana kereta, bus, penerbangan domestik, supermarket, tempat pertunjukan, pasar malam, dan daerah-daerah wisata.

Moment pelonggaran ini juga bersamaan dengan dibukanya kembali aula Taipei Main Stasion (TMS), sebagai tempat berkumpul bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan yang tengah berlibur. Meskipun sebelumnya sempat terdapat wacana akan ditutup selamanya, sehingga menimbulkan banyak pro dan kontra. Dengan dibukanya kembali aula TMS, diharapkan para mengunjung harus menjaga disiplin dan mematuhi aturan protokol pencegahan epidemi, harus menjaga jarak, menggunakan masker serta menjaga kebersihan. Dibukanya kembali aula TMS memberikan kebahagiaan di kalangan PMI, pasalnya pada hari libur mereka tidak perlu jauh-jauh mencari tempat untuk dikunjungi. Di lantai kotak-kotak hitam putih tersebut mereka dapat bertemu dengan teman-teman sembari duduk dan menikmati liburan setelah disibukan dengan berbagi aktvitas  menjaga pasien.

“Saya sangat senang sekali dan berterima kasih kepada pihak TRA yang telah mengizinkan kami untuk duduk dan berkumpul di aula TMS. Bagi saya ada sesuatu yang kurang saat libur, jika belum berkumpul dan bertemu dengan teman-teman di lantai papan catur ini,” tutur Rini, seorang pekerja migran yang juga melanjutkan pendidikan di paket kesetaraan, Kejar Paket C (KPC), PKBM Muhammadiyah Taiwan.

Senada dengan Fajar, selain merawat pasien, wanita yang bekerja di Taipei ini menggunakan waktu senggangnya untuk membantu, mengedukasi rekan-rekan PMI yang memiliki masalah di Taiwan. Ia berharap aula TMS dapat dijadikan tempat singgah kembali seperti dulu. Meskipun demikian, teman-teman harus menjaga sikap dispilin, menjaga fasilitas di area  publik tersebut. Jangan membuang sampah sembarangan, apalagi melakukan hal-hal yang tidak semestinya di tempat publik, seperti rebahan.

“Saya berharap aula TMS menjadi tempat singgah seperti dulu. Namun, rekan-rekan PMI juga harus disiplin dan merawat fasilitas yang ada di area tersebut. Tidak membuang sampah sembarangan, sehingga  menjaga nama baik PMI di Taiwan ,” tuturnya.

[Etty]