NEWS

ASPATAKI Dukung Pembebasan Biaya Penempatan

ASPATAKI Dukung Pembebasan Biaya Penempatan

Tuntutan Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk pemberlakuan pembebasan biaya penempatan (zero cost) menemukan secercah harapan dengan musyawarah Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani dengan  Asosiasi Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (ASPATAKI), Musyawarah membahas perihal pembebasan biaya penempatan untuk Pekerja Migran Indonesia.

Sekertaris Jendral (Sekjen) ASPATAKI, Filius Yandono mengatakan, ASPATAKI siap  mendukung pembebasan biaya penempatan (zero cost) untuk penempatan Pekerja Migran. 

"Pembebasan biaya kita dukung, ini suatu perubahan yang bagus,  kita akan melihat dan memberikan masukan  juga hambatannya. Sudah  kita diskusikan dengan Kepala BP2MI, karena ini  sesuai dengan peraturan yang ada,” tuturnya.

Lanjut Filius, ASPATAKI  juga akan membantu sosialisasi tentang pembebasan biaya ini kepada para PMI dan seluruh anggota ASPATAKI. Bisa dikatakan, ASPATAKI mewakili hampir 70 persen  penempatan  Pekerja Migran di negara-negara penempatan.

ASPATAKI juga telah memberi masukan agar Sistim Komputerisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) untuk tetap dipertahankan. Ini menjadi masukan penting agar proses penempatan dan pelindungan PMI tetap berjalan sesuai dengan sistem. Kedepannya SISKOP2MI juga bisa terkoneksi dengan Perwakilan RI di negara penempatan.

Selain itu, Filius juga berpesan bagi CPMI / PMI yang ingin bekerja, tentunya harus  menyiapkan dokumen jati diri dan kompetensi serta kualitas yang ada. Saat ini terdapat  sebanyak 111 anggota ASPATAKI aktif yang menempatkan para PMI ke wilayah Asia Pasifik seperti Taiwan, Hongkong, Singapura dan ke Timur Tengah.  

[Etty]