NEWS

Gadis Subang Mencari Papanya di Taiwan Setelah 18 Tahun Berpisah

Gadis Subang Mencari Papanya di Taiwan Setelah 18 Tahun Berpisah

Impian setiap anak dapat berkumpul  di tengah hangatnya keluarga, bersama ayah dan ibu tercinta. Namun, tidak dengan Zhe Mhie (18), gadis yang tinggal di Desa Kalensari, Rt 05/Rw 02, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, Jawa Barat ini tidak pernah bertemu dengan ayahnya sejak ia masih kecil. Bahkan, bagaimana raut wajah sang ayah? Ia tak dapat mengenalinya. Hanya secarik foto pernikahan orang tuanya sebagai pengobat rindu saat ia ingin bertemu dengan sang ayahnya yang bernama Yang  Phin Chen.

Perpisahan Zhe dan ayahnya terjadi 18 tahun lalu, pada tahun 2002 silam. Saat itu  Zhe masih berumur dua bulan. Sang ayah pergi meninggalkan keluarga kecilnya untuk kembali ke Taiwan, setelah pabrik tekstil  PT Sinar Mulya, Cimahi, Bandung yang ia miliki kebakaran dan mengalami kerugian yang sangat besar.  Sejak saat itu,  praktislah ibu Zhe menjadi tulang punggung keluarga dan membanting tulang mencari nafkah. Kepahitan hidup yang ia alami dan cobaan yang bertubi membuat ia jatuh sakit pada tahun 2005, saat Zhe berumur 3 tahun.  Seiring bergulirnya waktu, Zhe kecil tumbuh menjadi anak remaja dan dewasa. Ia  kerap bertanya, “Ma, dimana Papa?”.

Sang ibu pun bercerita, sebenarnya Zhe memiliki ayah, sama seperti dengan anak-anak lainya. Wanita bernama Ani Men (Tarkem) kemudian menceritakan, bahwa ayah Zhe adalah orang Taiwan. Perkenalan mereka saat ibu Zhe bekerja di pabrik tekstil Bandung, bersemilah benih-benih cinta, hingga ke jenjang pelaminan. Kemudian ia menunjukan foto pernikahannya dengan Phin Chen (suami).  

Sepeninggal suami, Zhe dan ibunya tinggal bersama kakek dan nenek di rumah peninggalan ayahnya. Namun, pada pada tahun 2015, sang kakek meninggal dunia, disusul kemudian nenek pun meninggal dunia pada tahun 2016. Sungguh goncangan yang besar bagi Zhe dan Ibunya, ditinggal orang yang disayangi berturut-turut. Kini Zhe dan ibunya tinggal bersama paman dan bibi, dengan kondisi ibu sedang sakit.

Dengan penuh kerinduan, Zhe berusaha mencari ayahnya, saat ini ia berjualan serabutan untuk dapat penghasilan guna membiayai hidupnya dan keluarga. Karena sang ibu tidak dapat bekerja. Dikarenakan ekonomi yang sulit, ia hanya mengenyam pendidikan tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP)

“Sebenarnya saya ingin sekali melanjutkan sekolah, tetapi tidak ada biaya,” tutur Zhe dengan berurai airmata. “Papa, di mana dirimu? Aku ingin bertemu.” Tulis Zhe pada akun media sosialnya.

[Etty]