NEWS

Kasus COVID-19 Terus Meningkat, Indonesia Diblokir dari 59 Negara Termasuk Malaysia

Kasus COVID-19 Terus Meningkat, Indonesia Diblokir dari 59 Negara Termasuk Malaysia

Jumlah kasus corona (COVID-19) di Indonesia yang terus melonjak, mengakibatkan warga dari negara dengan julukan “Zamrud Khatulistiwa” ini dilarang memasuki 59 negara. Salah satunya adalah Malaysia. Mulai Senin kemarin (7/9/2020), otoritas setempat melarang WNI memasuki Negeri Jiran tersebut. Hal ini dikarenakan mereka menilai pemerintah Indonesia belum mampu menekan penularan COVID-19. Selain Indonesia, Malaysia juga melarang warga negara Filipina dan India untuk memasuki negara tersebut. Larangan ini bersifat sementara dan terus dilakukan peninjauan setiap saat.

Sejak diumumkannya pasien pertama positif COVID-19 oleh Presiden Joko Widodo pada Maret lalu, jumlah pasien yang terinfeksi terus meningkat. Dilansir dari Tempo.Co, pasien positif COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 197.000 dengan jumlah pasien yang sembuh sebanyak  140.652 orang. Sedangkan yang meninggal dunia sebanyak 8.130 pasien.

Selain Malaysia, WNI juga dilarang masuk ke Jepang. Negeri Matahari Terbit tersebut, mengeluarkan larangan perjalanan atau berkunjung bagi WNA yang berasal dari lebih dari 100 negara, termasuk Indonesia. Larangan ini bersifat sementara dan tetap diberlakukan pengecualian. Artinya jika ada kepentingan tertentu yang mendapatkan izin untuk masuk, maka seseorang tetap bisa masuk.

Berdasarkan informasi IATA Travel Center, Arab Saudi belum membuka pintunya bagi penerbangan internasional mana pun, termasuk dari Indonesia. Pengecualian diberlakukan bagi penerbangan yang sifatnya teknis, kemanusiaan, medis, evakuasi, serta penerbangan repatriasi. Penerbangan internasional di negara penghasil minyak ini masih diperbolehkan, namun tetap harus mendapatkan persetujuan dari otoritas bandar udara GACA.

Selain negara di atas, Australia juga memasukan daftar Indonesia ke dalam list warga negara asing yang tidak dapat mengunjungi negara dengan julukan Negeri Kanguru tersebut. Pernyataan ini tercantum dalam aplikasi Safe Travel milik Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) tanggal 20 Maret 2020, yang mengumumkan larangan masuknya seluruh WNA ke wilayah negerinya termasuk Indonesia.

[Etty]