NEWS

UPDATE COVID-19 : CECC Umumkan 4 Kasus Impor Baru, 3 Diantaranya Merupakan PMI

UPDATE COVID-19 : CECC Umumkan 4 Kasus Impor Baru, 3 Diantaranya Merupakan PMI

Di tengah pandemi COVID-19 kian memanas, Pusat Komando Epidemi Taiwan (CECC) mengkonfirmasi pada Rabu (11/11/2020) terdapat 4 penambahan pasien baru kasus impor, dimana 3 diantaranya merupakan orang Indonesia yang datang ke Taiwan untuk bekerja. Sementara 1 orang lainnya merupakan warga Belgia yang datang untuk melakukan usaha bisnis.

Dalam jumpa persnya, Ketua CECC, Chen Shih-chung menjelaskan bahwa pasien kasus ke-582, 584 dan 585 merupakan perempuan berwargakenegaraan Indonesia berusia 20-40an yang datang ke Taiwan pada 28 Oktober lalu. Saat masuk ke Taiwan, mereka tidak memiliki gejala. Namun saat mendekati masa akhir karantina, Pada tanggal 9 November, ketiganya diperiksa dan hasilnya positif. Karena dikarantina di tempat terpusat, maka mereka tidak melakukan kontak lainnya.

Sedangkan pasien kasus ke-583 merupakan seorang pria berwargakenegaraan Belgia berusia 30-an, yang datang ke Taiwan untuk urusan bisnis. Pada 24 Oktober lalu, ia berangkat, kemudian transit di Belanda dan sampai di Taiwan pada tanggal 25 Oktober. Pria ini memilih hotel karantina selama 14 hari. Awalnya, ia tidak memiliki gejala juga telah mengantongi surat keterangan negatif COVID-19 3 hari sebelum keberangkatan.

Pada tanggal 31 Oktober, saat berada dalam karantina, dirinya merasa ada keganjilan pada indera penciumannya. Namun karena keesokan harinya gejala tersebut hilang, ia pun tidak meminta perawatan dokter ataupun melaporkan gejala ini.

Setelah keluar dari karantina, pada tanggal 9 November, pria ini pergi ke hotel lainnya dan tetap melakukan pemeriksaan kesehatan mandiri. Karena diminta pihak perusahaan Taiwan, pada tanggal 10 November, ia pun memeriksakan diri ke sebuah rumah sakit dengan biaya pribadi dan terdiagnosis COVID-19. Saat ini pasien tersebut berada dalam isolasi di rumah sakit.

Saat melakukan traking, CECC untuk sementara mendapatkan 2 kontak dekat dari pasien ke-583 tersebut, yaitu petugas hotel dimana ia tinggal untuk melakukan karantina. Kemungkinan kontak dekat lainnya masih terus ditelusuri.

[Etty]