NEWS

BP2MI Gandeng DAMRI untuk Layani PMI di Bandara

BP2MI Gandeng DAMRI untuk Layani PMI di Bandara

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggandeng DAMRI untuk melayani antar-jemput pekerja migran Indonesia (PMI) ke bandara. Kedua instansi memastikan armada bus yang digunakan sekelas dengan Very Very Important Person (VVIP). Kerja sama ini realisasi dari Memorandum of Understanding (MoU), yang ditandatangani Kepala BP2MI, Benny Rhamdani dan Menteri BUMN, Erick Thohir pada Agustus lalu.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) BP2MI dengan Damri dilakukan di Aula Serbaguna oleh Benny dan Direktur Utama Damri Setia N Milatia Moemin.  Penandatanganan juga disaksikan oleh perwakilan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Sosial, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Bareskrim Polri dan Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Dalam kerja sama tersebut, Milatia mengatakan, terdapat ruang lingkup dalam memberikan perlindungan bagi pekerja migran. Antara lain menfasilitasi embarkasi ke bandara, debarkasi ke daerah asal, debarkasi ke shelter BP2MI dan berbagai tempat lain di wilayah Indonesia.

"Keberadaan Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) selain menjadi diaspora di luar negeri, juga berkontribusi bagi negara sehingga DAMRI siap hadir untuk melindungi dan memberikan dukungan," jelas Milatia.

Seluruh operasional bus DAMRI di Indonesia telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dengan mengedepankan 4K yaitu, Keselamatan, Keamanan, Kenyamanan dan Kesehatan Penumpang dan Pramudi.

Usai penandatanganan PKS, Kepala BP2MI dan Direktur Utama Perum Damri melepas secara simbolik rombongan 30 PMI bermasalah dari Malaysia, untuk kembali ke daerah asal menggunakan bus DAMRI. Selain itu, mereka meluncurkan branding terbaru bus DAMRI untuk mendukung peringatan Hari Pekerja Migran Internasional pada 18 Desember 2020 mendatang.

[Etty]