NEWS

ABK Indonesia Meninggal Saat Sedang Berlayar Menuju Pelabuhan Taichung

ABK Indonesia Meninggal Saat Sedang Berlayar Menuju Pelabuhan Taichung

Seorang anak buah kapal (ABK) dari Indonesia meninggal saat pelayaran di laut lepas. Almarhum berada di atas kapal kargo Shengshi 569 yang membawa besi tua. Pada 2 April, kapal ini berangkat dari Pelabuhan Jepang untuk membongkar muatan di Pelabuhan Taichung. Namun pada tanggal 8 April, Departemen Patroli Laut menerima pemberitahuan dari Perusahaan Pelayaran bahwa di laut lepas 111 mil timur laut dari Pelabuhan Keelung terdapat seorang awak kapal Indonesia berusia 51 tahun meninggal di atas kapal karena alasan yang tidak diketahui dan sedang dalam perjalanan.

Pada tanggal 9 April, Kapal barang tersebut akhirnya tiba di area luar Pelabuhan Taichung. Khawatir penyebab kematian karena penyakit menular, Departemen Imigrasi dan Departemen Pengendalian Penyakit mendatangi kapal tersebut dengan pakaian pelindung lengkap (hazmat).

Kapal kargo tiba di area tambat yang berada di luar Pelabuhan Taichung pada pagi hari dan menunggu untuk masuk ke pelabuhan. Secara yuridis, Taiwan tidak bisa campur tangan atas masalah ini. Menurut hukum laut internasional, negara yurisdiksinya adalah Palau yaitu tempat dimana sang almarhum direkrut dan bekerja sebagai anak buah kapal. Namun, Administrasi Patroli Laut mengatakan bahwa berdasarkan sudut pandang kemanusiaan, apabila membutuhkan pertolongan, maka akan dibicakan secara diplomasi antara pihak Palau ataupun Indonesia.

[Etty]