NEWS

Dipaksa Minum Air Toilet, PMI Singapura Disiksa Majikan Hingga Cacat

Dipaksa Minum Air Toilet, PMI Singapura Disiksa Majikan Hingga Cacat

Pengadilan Singapura menjatuhi hukuman 20 bulan penjara kepada Ooi Wei Voen (37). Suaminya, Pang Chen Yong (37) asal Malaysia juga mengaku bersalah dan dijatuhi hukuman 4 bulan penjara. Pasangan suami istri tersebut mengaku bersalah atas 4 tuduhan dalam melakukan penyerangan kepada seorang pekerja migran Indonesia (PMI), yang bernama Sri Rahayu (33).

Ooi mempekerjakan Sri sejak April 2017, untuk mengasuh putranya yang berumur 2 tahun dan bayi perempuannya yang berumur 6 bulan. Mereka juga tidak memberikan izin libur kepada Sri serta melarangnya memiliki handphone untuk berkomunikasi. Bahkan Sri juga dilarang untuk membuang sampah, karena takut tetangga mereka melihat luka lebam yang diderita Sri akibat dianiaya.

Selama 3 bulan bekerja di rumah Ooi, pasutri tersebut kerap menyiksanya dengan dalih bahwa mereka tidak puas dengan hasil pekerjaan Sri. Menurut pihak Kepolisian Singapura, pasangan tersebut juga pernah memaksa Sri untuk meminum air toilet, melumurkan popok penuh kotoran ke wajah Sri serta sejumlah tindakan kejam lainnya.

Menurut Wakil Jaksa Penuntut Umum, Goh Qi Shuen, Ooi pernah menampar kedua pipi Sri hingga memerah, meninju dahinya serta memukul tangannya dengan penggaris logam saat Ooi kesal.

Penyiksaan terus berlanjut hingga pada Agustus 2017, keluarga Ooi menginap di sebuah hotel daerah Sentosa. Ooi yang kesal karena putrinya mulai menangis, kemudian memukul dahi dan meninju mata Sri. Menurutnya, susu yang dibuatkan untuk bayinya terlalu panas. Akibat perbuatannya, dahi dan mata korban bengkak hingga tidak dapat melihat dengan baik. Bahkan pada satu kesempatan, Sri dipukul dengan sendok logam hingga kehilangan kesadaran.

Sri akhirnya berhasil melarikan diri saat Ooi dan suaminya sedang di kamar bersama dengan sang bayi. Korban kemudian meminta bantuan kepada sesama PRT asal Indonesia yang kebetulan lewat di sekitar apartemen tempatnya bekerja. Lalu ia diantarkan ke kantor polisi dan dibawa ke Rumah Sakit Khoo Teck Puat, Singapura.

Dari pemeriksaan medis, ditemukan banyak luka di tubuh Sri akibat perbuatan majikannya yang kejam. Bahkan korban kemungkinan mengalami cacat permanen pada cuping telinga kiri. Sri juga mengalami gangguan pendengaran sedang, karena kerap menerima penyiksaan di bagian telinga.

[Etty]