NEWS

KDEI Dan TTEO Sepakat Wujudkan Kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia Dan Thailand

KDEI Dan TTEO Sepakat Wujudkan Kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia Dan Thailand

Wakil Kepala KDEI Taipei, Teddy Surachmat didampingi Analis Bidang Tenaga Kerja menerima kunjungan dari perwakilan Thailand, Acting Executive Director Thailand Trade and Economic Office (TTEO) pada Senin lalu (4/10/2021). Pertemuan ini dalam rangka memperkenalkan diri serta membangun hubungan komunikasi yang baik sebagai sesama perwakilan negara ASEAN sekaligus negara pengirim pekerja migran asing (PMA) ke Taiwan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak saling berbagi informasi mengenai situasi COVID-19 terkini di negara masing-masing. Wakil Kepala KDEI Taipei juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah Thailand dalam mengupayakan pemerataan gaji pekerja migran sektor formal dan informal, dengan kebijakan gaji NTD 24.000 di semua sektor.

Meskipun jumlah pekerja migran Thailand di Taiwan kurang dari 400 orang. Sangat berbeda dengan pekerja migran Indonesia di Taiwan, yang saat ini berjumlah sekitar 264.000 orang. Dimana 63 persennya merupakan pekerja migran di sektor informal (PRT) dengan gaji sebesar NTD 17.000/bulan. Oleh karena itu, Wakil KDEI Taipei mengharapkan dukungan TTEO dalam mengupayakan pemerataan gaji agar gaji pekerja sektor informal setara dengan gaji pekerja sektor formal.

Terlebih per Januari 2022 mendatang, standar gaji pokok Taiwan akan mengalami kenaikkan yang tentunya mempengaruhi peningkatan premi asuransi kesehatan PMI dan berdampak terhadap bertambahnya pengeluaran PMI di sektor informal.

Wakil Kepala KDEI Taipei juga mengusulkan perlunya bidang tenaga kerja dari setiap negara pengiriman PMA di Taiwan bertemu dan duduk bersama untuk membahas isu-isu ketenagakerjaan di Taiwan secara rutin. Agar muncul ide dan gagasan baru untuk mengoptimalkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran asing di Taiwan, yang saat ini berjumlah sekitar 700.000 orang.

Mengakhiri pertemuan, Teddy Surachmat juga memberikan cinderamata kepada TTEO berupa kopi khas Indonesia serta memperkenalkan produk unggulan Indonesia lainnya.

[Etty]