NEWS

PMI Asal Lampung Bunuh Diri, Ibunya Berharap Jenazahnya Dapat Dipulangkan

PMI Asal Lampung Bunuh Diri, Ibunya Berharap Jenazahnya Dapat Dipulangkan

Kabar duka kembali menghampiri pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan. Media sosial kembali dihebohkan dengan pemberitaan meninggalnya Evi Diana Sari (24). PMI asal Lampung Timur ini bunuh diri dengan lompat dari lantai 11, setelah melalukan panggilan video dengan sang kekasih.

Kabar duka meninggalnya Evi telah diketahui oleh keluarganya. Ibu almarhumah, Mujinah (60) sangat terpukul mendengar berita mengenai kematian sang anak, yang mengembuskan nafas terakhir di perantauan.

"Iya benar, anak saya (Evi) meninggal. Setelah jatuh dari lantai 11 pada Kamis (7/10/2021) di Taiwan," kata Mujinah dengan raut sedih yang tergurat di wajahnya.

Mujinah menceritakan, jika putri bungsunya berangkat bekerja ke Taiwan pada tahun 2019 lalu. Evi berangkat ke Taiwan dengan status berdokumen resmi. Saat pertama tiba, ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT). Namun setelah setahun bekerja, Evi kabur tanpa alasan yang jelas.

Dengan status Evi yang menjadi ilegal, keluarga almarhumah sangat khawatir apakah jenazahnya dapat dipulangkan. Mujinah juga tidak menuntut banyak ke pemerintah, apalagi mengenai asuransi. Harapannya hanya satu yaitu, pemerintah dapat membantu kepulangan jenazah sang putri sehingga dapat dimakamkan di kampung halaman.

Menurut Kepala Desa Mekarjaya, Kecamatan Bandar Sribhawono, Edy Suyitno, pihaknya sedang berusaha untuk melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengupayakan pemulangan jenazah. Edy juga berkoordinasi dengan Penyalur Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang menyalurkan Evi ke Taiwan serta Dinas Ketenagakerjaan Koordinator Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Provinsi Lampung.

Dikarenakan Evi meninggal dalam kondisi yang tidak wajar, sehingga harus menunggu otoritas setempat melakukan pemeriksaan. Setelah itu KDEI Taipei selaku perwakilan pemerintah yang ada di Taiwan akan mengurus kepulangan jenazah ke kampung halaman. Meskipun saat ini Taiwan telah membuka kembali penerbangan ke Indonesia, tetapi jenazah almarhumah tetap harus melalui prosedur pemulangan dan pengurusan dokumen yang dibutuhkan.

[Etty]