NEWS

Bawa Titipan Narkoba, PMI Malaysia Terancam Hukuman Mati

Bawa Titipan Narkoba, PMI Malaysia Terancam Hukuman Mati

Niat untuk pulang ke kampung halaman bertemu keluarga dan anak-anak tercinta harus punah. Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat yang berinisial SA (35), kini harus meringkuk di balik jeruji besi hingga terancam hukuman mati. SA tertangkap polisi Malaysia ketika hendak pulang ke tanah air. Ia tertangkap saat menuju Pelabuhan Malaysia, membawa obat Narkoba seberat 1 Kg.

Menurut Ibu terdakwa, Bicci mengatakan bahwa ia dan keluarga mendapatkan berita dari seorang wanita yang mengaku polisi empat minggu yang lalu. Polisi ini mengabarkan jika putrinya ditangkap dan ditahan oleh Polisi Diraja Malaysia, karena kedapatan membawa obat terlarang. Berita tersebut juga diperkuat dengan adanya keterangan dari saudara yang juga bekerja di Malaysia.

Sudah 2 tahun, SA bersama sang suami merantau ke Bukit Aya, Malaysia dan bekerja sebagai buruh di kebun sawit. Ia memiliki 6 anak dan beberapa diantaranya masih berusia belia. Mereka tinggal bersama sang nenek. Salah satu anaknya, Dani sangat merindukan sang ibu, karena sudah hampir 2 tahun tak bertemu sehingga Dani berharap ibunya untuk pulang. Maka dari itulah, SA akhirnya nekat pulang menumpang orang lain. Ia diming-imingi upah serta tiket pesawat, jika membawakan barang terlarang tersebut.

“Mau pulang ke sini tidak ada biayanya. Akhirnya ikut sama orang, dibayarkan kapal dan dititipi itu barang. Ia melakukan itu karena mau pulang tidak ada biaya,” ungkap sang ibu penuh kesedihan.

Hingga saat ini, SA masih ditahan di Malaysia dan terus dalam pemeriksaan. Disnakertrans Polman akan memfasilitasi pihak keluarga untuk berkoordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Sehingga mendapatkan advokasi hukum agar ancaman hukuman mati terhadap SA dapat diringankan.

[Etty]